Berdinding Papan dan Beratap Rumbia

FOTOA HAEL

DARURAT – Gedung SMPN 4 Kasimbar masih terbilang darurat, namun semangat guru dan siswanya dalam melakukan  peroses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.

Gedung SMPN 4 Kasimbar Butuh Perhatian
PARIMO, PE – Bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kasimbar di Kecamatan Kasimbar, memprihatinkan. Gedungnya masih bersifat darurat. Kondisi ini diperparah kurangnya guru yang berstatus PNS. Padahal siswa sekolah itu cukup banyak. Kepala SMPN 4 Kasimbar, Nurlian Sangkali mengatakan kondisi bangunan sekolah ini sudah cukup lama dan sampai saat ini belum juga dibangunkan gedung baru yang permanen.

Sampai saat ini bangunan sekolah masih menggunakan dinding yang terbuat dari papan dan atap bangunan masih menggunakan atap daun rumbia. Tentunya kondisi itu mempengarui kenyamanan bagi anak–anak dan guru dalam proses belajar mengajar. Nurlin mengaku, dinas terkait sudah menjanjikan untuk dibangunkan Unit Sekolah Baru (USB) dengan biaya APBN. Namun sampai saat ini belum juga terealisaisi.

Nurlin mengatakan, meskipun darurat hingga kini bangunan sekolah tersebut masih menjadi tumpuan tempat menimba ilmu bagi 150 siswa setiap harinya. “Inilah sekolah SMP empat Kasimbar dan kondisi ini kita harus terima sambil menunggu bantuan dari Pemda Parigi Moutong,”katanya saat ditemui Palu Ekpsres, Selasa 20 Oktober.

Nurlian mengungkapkan, kondisi bangunan memang tidak seperti bagunan gedung sekolah lainnya yang permanen. Gedung SMP Empat Kasimbar ini memiliki tiga ruangan dan diparalel menjadi enam ruangan. Tidak hanya itu, kondisi sekolah masih kekurangan mobiler yang tentunya kenyamanan proses belajar bagi setiap siswa terganggu.

“Kami sudah memiliki enam ruangan dari hasil parallel tiga ruangan ini. Kita mau apalagi kalau seperti itu, untungnya komite sekolah masih bisa ber kontribusi dalam memperhatikan kebutuhan sekolah ini seperti penambahan mobiler sekolah,” ungkapnya.

Selain gedung sekolah yang kondisinya darurat, kata dia, sekolah yang dipimpinnya itu juga mengalami kekurangan tenaga guru PNS yang hanya berjumlah satu orang. Disebutkannya, tenaga guru yang ada semuanya adalah tenaga honorer. Dikatakanya, meskipun gedung sekolah itu masih memiliki gedung darurat dan memiliki tenaga guru yang masih bersatus honorer, proses belajar mengajar tetap berjalan dan maksimal.

“Semangat anak–anak bersama guru selalu ada untuk selalu meningkatkan proses belajar mengajar setipa hari meskipun kondisi sekolahnya seperti ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, karena posisi sekolah tersebut berda ditengah pemukiman warga dan tridak jauh dari jalan trans Suawesi, sehingga sekolah itu sangat muda dijumpai oleh pengujung. Dia mengaku, karena kondisi bangunannya jauh dari layak, sehingga tidak sedikit pejabat  pemerintah, DPRD dan LSM serta media selalu berkujung disekolah tesebut.

“Sekolah ini banyak sekali sudah orang datang melihat–lihat bangunan sekolah bahkan di foto-foto. Dan yang sering kami terima kunjungan di sekolah ini adalah beberapa anggota DPR Parigi Moutong,”akunya.(ady)