Bulog Jamin Beli Beras Petani Poso

00-HAEL

POSO,PE – Bulog Subdrive Kabupaten Poso telah memastikan akan membeli beras petani Poso.  Kepastian tersebut dilontarkan oleh Kepala Bulog Subdrive Kabupaten Poso, Jusri Pakke, SE kepada Palu Ekpres di ruanganya. Pembelian Bulog harus sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) senilai Rp7.300 per kilo. ”Tidak ada halangan bagi Bulog untuk membeli beras lokal petani, jika itu sesuai dengan HPP, kami akan beli jika bersedia petani dengan harga tersebut,” akunya.

Dia menjelaskan, Bulog  membeli beras petani denhan dua model yakni, pembelian komersil dan pembelian Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pembelian komersil dipastikan akan bersaing  dengan harga  pasar. Jika HPP Rp7.300 per kilogram jika bersaing dengan pasar harganya bisa  mencapai Rp8 ribu per kilo, bahkan bisa lebih.
Sementara aturan Bulog jelasnya, menjaga dan menteralisir kestabilan harga di pasaran, agar pembeli tidak terbeban dengan harga yang melambung. ”Yang susah adalah pembeli beras, sebab harga sudah melambung, nah kalau sudah begitu maka tugas bulog yang menjaga menetralisir harga,” tuturnya.

Sementara pembelian HPP yakni standar yang dibeli Bulog dengan harga Rp7.300 per kilo. Sistimnya tidak akan membukan peluang untuk pembeli luar dengan harga tinggi. Sistim HPP tersebut menurutnya merupakan salasatu cara yang ampuh untuk menekan kenaikan harga. Selain itu, kualitas beras yang menurut aturan Bulog, juga harus dipenuhi. Misalnya, beras tidak memiliki banyak kadar air, bersih dari penggilingan padi.

Walau demikian pihak Bulog tetap akan membeli beras walapun tidak memenuhi kualitas standar Bulog. ”Kami tetap membeli, namun dengan harga HPP. Jika dipaksakan harus membeli misalnya Rp8 ribu, sementara tidak sesuai standar kulitas, maka yang rugi adalah Bulog sendiri,” urainya.

Ia mempertanyakan kemana hasil beras petani selama ini. Pasalnya, ungkap mantan atlet takraw nasional ini selama ini pihak Bulog selalu membeli beras di Kabupaten Tolai. Semestinya pihak pemerintah mengimbau petani lokal tidak menjual hasil panennya di luar daerah. Akibatnya, stok beras di Kabupaten Poso dipastikan akan berkurang atau harga akan merangkak naik.  Data Bulog Kabupaten Poso, beras yang sesuai denga kebutuhan warga miskin tersedia per bulan sebanyak 678.975 kilo, termasuk wilayah Kabupaten Ampana dan Morowali. Sementara untuk Kabupaten Poso sendiri yakni 269.700 kilo per bulan. (mg-03)