Say No To Pernikahan Dini!

REMAJA

HALLO guys, edisi hari ini kita bakal membahas soal generasi berencana (genre).
Pernah dengar istilah ini? Yah, genre adalah program pengendalian kependudukan dengan menekan laju pertumbuhan penduduk melalui pendewasaan usia nikah yang tepat bagi pria dan wanita.

Sesuai yang dianjurkan pemerintah, pernikahan yang layak dari sisi kematangan usia adalah bila si pria telah berusia 25 tahun dan di wanitanya berusia 21 tahun. Ngomong-ngomong soal pernikahan, siapa sih yang nggak pengen menikah guys. Apalagi dengan pujaan hati. Tapi tunggu dulu! pernikahan itu bukan hanya sebatas bermodalkan rasa suka sama suka aja.

Pernikahan itu guys, seyogyanya bertujuan membentuk keluarga. Keluarga yang bagaimana? yah, keluarga yang bisa menjadi tiang bagi negara yang kokoh dan kuat.
Karenanya, pernikahan itu harus disiapkan secara matang. Mulai dari kematangan mental, psikologi hingga kesiapan finansial.

Jangan sampai menikah karena bencana lho. Bisa payah jika menikah karena bencana. Yang ada ujung-ujungnya berantem dan keharmonisan tidak tercipta. Seperti yang disampaikan Kepala Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Surya Chandra Surapaty saat memberikan materi bagi kakak-kakak kita mahasiswa IAIN Palu, tentang dampak negatif menikah di usia dini, belum lama ini.

Salah satu alasannya katanya saat memberikan materi tersebut, karena emosi yang belum stabil sehingga sangat besar kemungkinan perceraian bakal terjadi terhadap mereka-mereka yang menikah di usia yang masih belia. Selain itu alat reproduksi wanita dan pria yang belum cukup matang juga menjadi salah satu faktor menikah di usia yang masih remaja sangat tidak dianjurkan.

Pernikahan dini di lingkungan remaja cenderung berdampak negatif terhadap alat reproduksi, mental, dan perubahan fisik. Di sisi kesehatan, pernikahan dini akan merugikan alat reproduksi perempuan karena makin muda menikah, semakin panjang rentang waktu bereproduksi.

Maka dari itu pendewasaan usia perkawinan itu penting dan harus dilaksanakan dengan baik. Dan disinilah muncul yang namanya program GENRE dari BKKBN yaitu program ‘Generasi Berencana’ yang setidaknya membantu masyarakat baik yang muda maupun tua agar mengerti bagaimana supaya menciptakan keluarga yang harmonis.

Makanya dalam seminar tersebut dia menyarankan agar menikah di usia yang tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Antara 20 sampai 25 tahun. “Menikah itu jangan terlalu muda dan jangan terlalu tua. Jangan erlalu cepat dan jangan juga lambat,”katanya.

Nah guys, kalian sudah tahu kan kenapa menikah di usia remaja tuh sangat tidak baik bagi kalian.
So, mari katakan tidak untuk pernikahan dini, kejar impian kita, dan raih masa depan yang cerah dengan banyak memprioritaskan pendidikan dan belajar di masa remaja. Jika tidak “Kamu akan kehilangan Masa Remajamu dan Kesuksesanmu”. (muhammadarsyandi)