Citilink Bertekad Jadikan Poros Sulawesi

CITILINK

PRESS GATHERING: CEO PT Citilink Indonesia, Albert Burhan (kedua dari kanan) didampingi jajaran manajemen Citilink, Districk Sales Manager (DSM) Palu, Muh Andi Faizal (paling kiri), EVP Cargo & Angillary, Trofiendy Soeroso  (kedua dari kiri) dan Up Coorporate Communication, Benny Butar Butar (paling kanan).

PALU,PE — Di bawah naungan PT Citilink Indonesia, maskapai penerbangan Citilink resmi menjadi satu dari enam perusahaan maskapai penerbangan yang beroperasi di Sulawesi Tengah, khususnya Palu. Maskapai penerbangan yang ada di Palu di antaranya Garuda, Lion Air, Sriwijaya Air, Batik, Wings Air.

Sejatinya, nama Citilink bukan maskapai baru di telinga masyarakat Palu. Citilink pernah beroperasi di Palu beberapa tahun silam pada awal 2000-an. Namun, karena alasan tertentu, membuat perusahaan anak grup PT Garuda Indonesia sempat menghilang dari peredaran di langit Palu. Kini,  Citilink kembali bangkit optimistis  bisa merebut kembali pangsa pasarnya yang pernah ditinggalkannya di Palu.

Menandai kehadirannya, Citilink menggelar terbang perdana, Minggu sore, 8 November 2015. Dengan rute, Makassar-Palu (17.00-18.00), Palu-Makassar (18.30-19.30). Istimewanya, terbang perdana ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulteng, H Sudarto.

CEO PT Citilink Indonesia, Albert Burhan didampingi jajaran manajemen Citilink, Districk Sales Manager (DSM) Palu, Muh Andi Faizal, EVP Cargo & Angillary, Trofiendy Soeroso dan Up Coorporate Communication, Benny Butar Butar optimistis bertekad menjadikan Citilink poros sentral transportasi udara di wilayah-wilayah di Sulawesi.

’’Dengan adanya rute Makassar, Palu dan Manado, maka menjadikan Citilink poros sentral untuk merambah secepatnya kota-kota lain di Sulawesi untuk memperkuat konektivitas di Timur Indonesia,’’ ujar Albert Burhan dalam press gathering bersama Citilink yang dilangsungkan  Hotel Santika Palu, Sabtu malam, 7 November 2015.

Palu menurutnya sangat strategis. Apalagi dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ini menjadikan Palu salah satu akses strategis dari dan menuju ke sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia dan Filipina. Ini pula kata Albert menjadi salah satu alasan Citilink ‘menghidupkan’ kembali operasinya di Palu seperti pada awal 2000-an.

‘’Meski mengalami penurunan karena adanya perlambatan ekonomi, namun Palu saat ini menjadi incaran investor mengingat pertumbuhan yang menggeliat yang ditandai adanya KEK. Dan, ini tentu akan mendongkrak perekonomian daerah,’’ungkap Burhan lagi.
Burhan pun optimistis Palu menjadi pangsa yang cukup strategis setelah Makassar dan Manado yang telah lebih dulu disasar. Citilink menargetkan, Palu menjadi cikal bakal untuk menjangkau kawasan-kawasan lain di Timur Indonesia seperti Papua, Maluku dan sekitarnya.

Sejak beroperasi kembali pada 2012 silam, maskapai berbiaya murah ini (LCC=Low Cost Carrier) ini berhasil menunjukkan eksistensinya.Dalam 9 bulan pertama di tahun ketiga (2015,red) beroperasinya, Citilink berhasil meningkatkan pertumbuhan pasar penumpangnya sebesar 30 persen. Kondisi ini diklaim Burhan menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah iklim pertumbuhan ekonomi yang lemah. ‘’Ketika pasar maskapai sedang turun 2-3 persen kami malah bergerak naik,’’ ujarnya.

Burhan berharap, meski kembali sebagai pemain baru dengan nama yang sama, namun Citilink tak ingin setengah-setengah melayani pasar Palu. Itu ditandai dengan tipe pesawat yang digunakan, air bush 320. Ini untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi penumpang selama terbang bersama Citilink.

‘’Semua pesawat kami baru. Selama setahun beroperasi saja kami sudah berhasil memiliki 360 unit pesawat. Semuanya tipe air bush. Kami berniat menambahnya lagi pada 2016 sebanyak 80 unit lagi,” sebut Burhan.

Agar bisa merebut pangsa pasar, Citilink kata Burhan tak henti-hentinya berinovasi dalam eksistensinya di udara. Berbagai inovasi cemerlang dari tim kreatif selalu menjadi kejutan ketika terbang bersama Citilink. “Kami pernah menggelar lamaran di udara, fashion show  di udara dan kegiatan kejutan lainnya. Selalu ada kejutanlah,” tandasnya. Pada akhirnya, Burhan berharap Citilink bisa menjadi salah satu dari enam maskapai penerbangan yang bisa memberikan pelayanan transportasi yang prima bagi warga Palu dan sekitarnya. (mrs)