“Perempuan Harus Pahami Peran Mulianya”

BERI SAMBUTAN - Perempuan adalah mitra laki-laki dalam hal mengajak pada kebaikan dan menghindari kemungkaran.(ANITA ANGGRIANY)BERI SAMBUTAN - Perempuan adalah mitra laki-laki dalam hal mengajak pada kebaikan dan menghindari kemungkaran.(ANITA ANGGRIANY)

PALU, PE – Perempuan adalah mitra laki-laki dalam hal mengajak pada kebaikan dan menghindari kemungkaran. Namun perempuan tidak boleh menyangkal tanggung jawabnya yang tidak dimiliki laki-laki yaitu kodrat melahirkan dan merawat anak-anaknya. Proses menjaga tumbuh kembang anak serta mendidiknya adalah tanggung jawab besar seluruh ibu dimana saja. Baik dan buruk perilaku generasi kita di masa depan tergantung pada proses pengasuhan. Perempuanlah peletak dasar pembentukan karakter  anak. Sejak dia masih dalam kandungan.

Demikian dikatakan Ketua TimPenggerak PKK Provinsi Sulteng Hj Zalzulmida Aladin Djanggola SH.Cn kepada peserta Seminar sejuta Cinta untuk Indonesia di Masjid Agung, Palu Minggu 1 Mei 2016. “Sejak masih hamil kita sudah tahu seperti apa karakter anak nanti berdasarkan perilaku ibunya. Kalau ibunya senang tidur, maka jangan heran kalau anaknya kelakpun  suka tidur,”  tandas Zalzulmida.

Maka kata dia, kalau menginginkan anak kelak menjadi anak yang sempurna secara akhlak dan agamanya, peran ibu menjadi sangat penting. Ibu dua orang putera ini menegaskan tugas perempuan inipun ada pada ajaran Islam sendiri. Jelas kata dia pepatah yang mengatakan apa yang kita tanam akan kita tuai. “Kalau kita menanam padi maka kita akan menuai padi. Tidak benar bahwa apa yang kita lakukan tidak akan kita petik hasilnya,” tandasnya.

Zalzumida menjelaskan bahwa bila dalam hidup kita selalu ada saja kesulitan, maka kitapun harus mengintropeksi diri. “Sebab dalam firman Allah itu, siapa yang berbuat akan menerima hasilnya masing-masing,” isteri Gubernur Sulteng H Longki Djanggola ini.

Maka dia mengingatkan kepada seluruh peserta seminar yang digelar oleh Organisasi Muslimah Wahdah Islamiyah Kota Palu itu, untuk selalu mengerjakan kebaikan semata-mata karena Allah swt, Lilahi Taala. Maka kata dia, akan selalu datang pertolongan Tuhan ketika kita menemui kendala.Hidup kata dia memberikan pelajaran yang banyak. Seperti perjalanan yang panjang, semakin jauh perjalanan semakin banyak pula yang dilihat. Seperti halnya hidup manusia yang panjang, akan semakin banyak pula suka duka, pahit manis kehidupan yang dikecapi.

Tak hanya soal pengasuhan anak, perempuan yang sukses itu penuh daya juang juga sangat berperan dalam mengantar keberhasilan kaum  laki-laki. Zalzulmida mengingatkan keteladanan isteri Rasulullah Saw, Khadijah RA yang menjadi kawan seiring baginda Rasul menyiarkan agama. Juga Sitti Hajar, ibunda Nabi Ismail AS yang melahirkan anak yang soleh.

“Muslimah harus menyadari betapa mulia perannya. Apalagi ada pesan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Maka itu dia mengajak seluruh wanita yang jadi peserta seminar agar selalu mendisiplinkan diri, selalu semangat untuk maju. “Harus pandai mengatur wktu yang baik, harus punya motivasi diri. Hari ini saya harus lebih baik dari hari kemarin,” tutup Zalzulmida yang menjadi Keynote speaker pada acara tersebut. (aaa)