Anggaran Keamanan Pilkada Sigi Naik 40 Persen

PENGAMANAN. Suasana saat Kepolisian Resort Sigi melakukan pengamanan saat demo masyarakat di kantor Polres Sigi, Desa Maku , Kecamatan Dolo belum lama ini. Pengamanan yang dilakukan masuk dalam tahapan Pilkada Sigi. (ANDRI GULTOM - PE)PENGAMANAN. Suasana saat Kepolisian Resort Sigi melakukan pengamanan saat demo masyarakat di kantor Polres Sigi, Desa Maku , Kecamatan Dolo belum lama ini. Pengamanan yang dilakukan masuk dalam tahapan Pilkada Sigi. (ANDRI GULTOM - PE)

 

SIGI, PE – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sigi menaikan anggaran keamanan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sigi 2015. Kenaikan inipun cukup drastis yakni 40 persen lebih dari usulan sebelumnya. Anggaran ini digunakan untuk pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian maupun TNI disaat tahapan Pilkada . Selain pihak keamanan, KPUD Sigi dan Panwaslu Sigi selaku penyelenggara juga mendapatkan kenaikan anggaran.

Berdasarkan dokumen rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) Kabupaten Sigi tahun 2015 yang diserahkan ke DPRD Sigi, pemerintah mengusulkan kenaikan anggaran keamanan Rp 3, 7 Miliar dari sebelumnya Rp 2,5 miliar. Kenaikan biaya keamanan ini terjadi pada pengamanan yang dilakukan Kepolisian di jajaran Polres Sigi, dari sebelumnya Rp 2 miliar kini menjadi Rp 3,2 miliar.

Sementara pengamanan dari TNI di jajaran Kodim 1306 Tadulako sebesar Rp 500 juta atau tidak mengalami kenaikan biaya. Di anggaran untuk KPUD Sigi, Pemerintah mengusulkan kenaikan sebesar Rp 18,5 miliar, dari sebelum pembahasan anggaran awal tahun 2015, DPRD mengesahkan anggaran KPUD Sigi Rp 15 Miliar. Dalam dokumen 15 halaman yang ditandatangani oleh Bupati Sigi Aswadin Randalembah ini tidak menjelaskan secara rinci anggaran apa saja yang dinaikan.

Dokumen tersebut juga menjelaskan usulan kenaikan pada panitia pengawas Pemilu. Disini, pemerintah menaikan Rp 3, 9 miliar dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp 1, 5 miliar. Dengan kenaikan ini, pemilukada Sigi diharapkan bisa berjalan dengan baik. Kapolres Sigi AKBP Noor Hudaya mengaku belum mengetahui usulan kenaikan yang dilakukan Pemerintah atas lembaga yang ia pimpin tersebut. Namun menurutnya, kenaikan anggaran itu memang diharapkan untuk mobilisasi pasukan yang ditempatkan pada daerah – daerah pedalaman di Kabupeten Sigi. Anggaran pengamanan ini juga dapat menunjang kinerja pasukan yang bekerja mengamankan wilayah – wilayah rawan konflik perkelahian antarwarga di Kabupaten Sigi.

“Kenaikan ini memang sangat membantu. Daerah rawan konflik itu memang kita harus jaga betul, jangan sampai mudah terprovokasi saat tahapan berlangsung, ” kata Noor Hudaya di Mapolres Sigi, Selasa 1 September.
Untuk strategi pengamanan, pihak jajaran Polres Sigi kata dia lebih mengutamakan pada patroli siang dan malam. Pihak tim sukses setiap kandidat, penyelenggaran baik KPUD Sigi dan Panwaslu serta masyarakat secara umum diharapkan ikut berpartisipasi menyampaikan kampanye damainya.

“Kami harap Pilkada ini juga kita tidak menanamkan benih permusuhan, mari berdemokrasi yang baik, ” katanya.
Sementara itu, ketua DPRD Sigi Rizal Intjenae berharap kenaikan biaya pada Pilkada ini dapat memperlancar semua proses di tahapan Pilkada. Usulan kenaikan ini juga kata dia membuat sejumlah program unggulan menjadi terhambat.

“Tapi itulah resiko pada Pilkada, saya berharap kenaikan ini lebih mencerdaskan masyarakat untuk memilih pemimpin yang bisa membangun Sigi lebih baik lagi, tidak ada konflik. Harapan untuk aman dan lancar menjadi tujuannya sebenarnya, ” ujarnya. (mg02)