Dua Warga Parimo Tewas Mengenaskan

kapolres

PARIMO, PE — Dua warga Kabupaten Parigi menjadi korban pembunuhan. I Nyoman Astika (71) yakni warga Desa Balinggi Kecamatan Balinggi ditemukan tewas di kebun miliknya dengan kepala yang terpisah, Minggu 13 September 2015.  Satu warga lagi yaitu Simon Alias Hengky (55) adalah warga Dusun Matampondo Desa Tolai Barat Kecamatan Torue ditemukan tewas di Dusun Buana Sari Desa Tolai Induk, Senin 14 September sekira pukul 09.00 wita. Hingga kini, kepala mayat I Nyoman Astika belum ditemukan dan masih dalam pencarian dengan dibantu oleh anjing pelacak dari Polda Sulteng. Kedua jenazah kini masih berada di kamar Jenazah RSUD Anuntaloko Parigi, hingga berita diturunkan, Selasa 15 September 2015.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Novia Jaya mengatakan berdasarkan olah tempat kejadian perkara di TKP bahwa kedua korban terbunuh akibat senjata tajam yang dilakukan orang tak dikenal ( OTK ). Dia menyebutkan, kondisi korban sangat memperihatinkan karena keduanya mengalami luka di bagian leher dengan kondisi badan dan kepala sudah terpisah. “Kedua korban nyawanya dihabiskan dengan menggunakan barang tajam. Tak satupun di bagian badannya ditemukan tembakan. Kasus ini masih diselidiki dan mengumpulkan keterangan para saksi,” ujar Novia Jaya kepada Palu Ekspsres, Senin malam 14 September 2015.

Novia belum bisa memastikan pembunuhan ini ada hubungannya dengan teroris. Sebab belum ada saksi – saksi yang mengaku melihat langsung para pelaku tersebut. Apalagi kata dia, luka – luka korban tidak terlihat akibat peluru senjata laras panjang atau pendek. “Kami belum bisa pastikan bahwa kejadian itu apakah ada hubungannya dengan kelompok sipil bersenjata. Karena belum ada keterangan sanksi yang akurat menyebutkan melihat kejadian tersebut,”ungkap Novia Jaya.

Hingga kini, menurut Novia, masyarakat kedua desa tetap dalam kondisi yang terkendali. Namun dia mengimbau, semua petani yang memiliki kebun yang jauh dari perkampungan harus selalu waspada untuk cepat meninggalkan kebun jika sudah sore hari. “Kedua desa masih aman dan terkendali dan tidak berpengaruh adanya kejadian pembunuhan tadi siang. Tetapi saya selalu mengimbau, kepada masyarakat yang berkebun yang jauh dari pemukiman harus selalu waspada. Kalau perlu menjelang sore harus sudah pulang,”harapnya. Dia mengaku sudah mengarahkan anggotanya melakukan penyelidikan untuk mengarahkan anggotanya mencari siapa pelaku. (ady)