Minggu, 9 Agustus 2026

Perda KTR Dinilai Tidak Efektif

BELUM EFEKTIF.Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dinilai tidak efektif menjerahkan para perokok untuk tidak merokok di kawasan-kawasan terlarang merokok yang ditetapkan dalam perda tersebut.
Masih Banyak Anggota Dewan Merokok di KTR
PALU,PE- Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dinilai tidak efektif menjerahkan para perokok untuk tidak merokok di kawasan-kawasan terlarang merokok yang ditetapkan dalam perda tersebut.

Buktinya, masih banyak perokok-perokok aktif yang merokok di kawasan-kawasan terlarang merokok. Kawasan terlarang itu tempat ibadah, sarana kesehatan/tempat pelayanan kesehatan, tempat belajar/mengajar, angkutan umum, kawasan-kawasan umum, tempat bermain anak dan tempat kerja.

Padahal Perda KTR tersebut sudah disahkan beberapa bulan lalu. Demikian dikeluhkan anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Banperda) DPRD Kota Palu, Rizal kepada media ini.

“Selaku anggota Banperda, saya melihat kalau Perda Tentang KTR ini tidak efektif. Buktinya, masih banyak perokok-perokok yang merokok di kawasan tanpa rokok,”kata Rizal belum lama ini.

Dinas Kesehatan (Dinke) Kota Palu selaku dinas yang mengusulkan pembentukan perda tersebut dinilai Rizal juga belum menunjukkan giginya dalam menegakkan Perda yang disahkan sekitar 6 bulan lalu itu.

“Saya juga mempertanyakan keberadaan Dinas Kesehatan Kota Palu selaku dinas yang mengajukan pembentukan perda ini. Saya belum melihat peran mereka dalam menegakkan perda ini,”jelas dia.
Bukan hanya dari anggota Dewan Kota Palu saja, Perda Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga dinilai tidak efektif  oleh warga.

Salah seorang warga yang tak mau menyebutkan nama ini, mengkritisi penerapan perda tersebut. Menurutnya hingga saat ini masih banyak kawasan-kawasan terlarang merokok di Kota Palu yang belum steril dari aktivitas-aktivitas merokok. Bahkan katanya, sejumlah anggota dewan Kota Palu juga masih ada yang merokok di kawasan tersebut .

“Yang merumuskan Perda KTR ini saja masih banyak yang merokok di kawasan terlarang merokok. Bagaimana perda ini mau tegak,”ujar salah satu warga yang namanya enggan disebutkan.(ndy)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital