PT PSP Diminta Terus Berinovasi

  • Whatsapp

PALU EKSPRES, PALU – Pertumbuhan ekonomi Sulteng memang sudah di atas rata-rata nasional. Namun pertumbuhannya belum berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Itu lantaran hanya didukung sektor pertambangan dan migas. Oleh sebab itu perlu peningkatan sektor-sektor lainnya terutama komoditi jagung dan sektor-sektor pangan lainnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah nomor 3 tahun 2013, PT. Pembangunan Sulawesi Tengah sejak perubahan status dari Perusahaan Daerah menjadi Perusahaan Terbatas sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak dibidang agrobisnis, jasa dan perdagangan diharapkan memiliki peran penting dalam meningkatkan sektor-sektor dimaksud.

Bacaan Lainnya

Demikian Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rusdi Bachtiar Rioh dalam sosialisasi Usaha Pengembangan Tanaman jagung terintegrasi dengan perdagangan jagung pipil kering di Ball Room Palu Golden Hotel, Selasa, 01 agustus 2017.

“Alhamdulillah, hari ini walaupun kegiatan baru bersifat sosialisasi, namun saya bangga atas kinerja Manajemen PT.Pembangunan Sulawesi Tengah yang baru saja saya lantik pada 28 Desember 2016 yang lalu belum cukup satu tahun, sudah memperlihatkan aktivitas yang nyata dengan terjalinnya hubungan kerjasama dengan beberapa perusahaan, yang kita saksikan bersama pada hari ini,” kata Rusdi.

Sosialisasi tentang usaha pengembangan tanaman jagung dan terintegrasi dengan perdagangan jagung pipil kering ini, jelas Rusdi merupakan tonggak awal kebangkitan PT. PST.

“Karena itu sosialisasi tidak berhenti sampai disini, tapi harus mampu menindak-lanjuti dengan kegiatan nyata dilapangan. Serta cerdas menyikapi peluang-peluang bisnis yang dapat dikembangkan serta dikerjasamakan,”harapnya.

PT Pembangunan Daerah ini kedepan diharap memberikan kontribusi kepada daerah, dalam rangka mewujudkan Sulteng yang maju, mandiri dan berdaya saing. Kegiatan Sosialisasi dirangkaikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama, Tentang Usaha Pengembangan Tanaman Jagung dan Terintegrasi dengan Perdagangan Jagung Pipil Kering dengan PT Karya Teknik Indonesia dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Jakarta, yang merupakan salah satu perusahaan BUMN.

Pemprov Sulteng selaku pemegang saham pengendali PT. PST menyambut baik upaya-upaya perusahaan daerah tersebut. “Semoga hal ini dapat dilaksanakan dengan baik tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku dan penuh rasa tanggung jawab bersama, “harapnya.

Keberadaan PT. PST juga diharap semakin memberikan kepercayaan kepada kalangan dunia usaha untuk berinvestasi, dalam upaya memacu pertumbuhan perekonomian melalui sektor agrobisnis, jasa dan perdagangan sesuai dengan tujuan pendiriannya.

Direktur Utama PT. PST, Suaib Djafar, menyebut Sulteng memiliki lima potensi unggulan yakni pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, perikanan dan kelautan. Pihaknya kata Suaib Djafar telah melakukan ekspor jagung ke luar negeri. Ditargetkan adanya peningkatan produksi dari 2 Ton Jagung menjadi 8 Ton.

Di lain sisi, pihak petani memiliki kendala terutama alat pengering. Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Lingkungan Alam, Brigjend. TNI, Saiful menyatakan keprihatinannya terkait ketahanan pangan. Hal tersebut akibat banyaknya lahan yang terbengkalai sementara kondisi areal pertanahan Indonesia yang sangat subur.

Saiful memberikan perbandingan dengan kondisi alam Thailand yang memiliki cuaca yang kurang bagus, akan tetapi jarang ditemukan lahan terbengkalai. “Dalam mengairi perkebunan di Thailan, air yang dibawa disedot sehingga mampu mengairi daerah yang lebih diatas,” ujarnya.

(*/mdi/Palu Ekspres)

Pos terkait