Minggu, 9 Agustus 2026

Bawaslu Kritik Independensi Media

PALU, PE – Ketua Bawaslu Sulteng, Ratna Dewi Pettalolo mengkritisi independensi media dalam pemberitaan Pilkada. Dia berharap media massa bisa bersikap independen dalam pemberitaan-pemberitaan menyongsong Pilkada serentak Desember mendatang. Dewi menyayangkan sikap sejumlah media yang menurutnya tidak lagi bersikap independen dalam pemberitaan dan mulai membentuk kiblat yang mengarah pada pasangan tertentu.

“Sebenarnya kami memahami betul bahwa selain menjalankan fungsinya, pers pun memiliki tujuan lain dalam keberadaannya yakni tujuan bisnis. Namun, kami berharap, tujuan itu tidak mengabaikan fungsi pers sebagai pilar keempat pembangunan,” ujarnya, Jumat 23 Oktober 2015.

Dalam kacamata pengawasan kata Ratna Dewi, menjelang momen Pilkada serentak, sejumlah perusahan media terlihat tidak lagi mengedepankan fungsi pendidikan dalam perannya. Dalam pemberitaannya pun media terlihat mulai mengarahkan dukungannya pada calon-calon tertentu sehingga tidak bersikap porposional dan berimbang dalam pemberitaan Pilkada.

“Kami sudah melihat media yang ini kiblatnya ke sini, yang ini kesini dan yang itu ke kandidat yang ini. Ini sebenarnya tidak memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Karena sudah tentu berita yang ditampilkan hanya yang baik melulu dari pasangan calon tertentu. Tidak menampilkan kelemahan-kelemahannya dan tidak menampilkan calon yang lain secara berimbang,” kritik Ratna Dewi.

Padahal kata dia, kehadiran pers sebagai pilar keempat pembangunan sedikit banyak mempengaruhi kesuksesan pelaksanaan pilkada. Lewat pemberitaan yang sarat nilai edukasi, pers ikut melahirkan pemilih yang berkualitas dan rasional. Bukan pemilih yang pragmatis. Melalui pers pun terciptalah pemilih yang siap berperang melawan politik uang.

“Kami harap pers bisa memberi ruang yang sama bagi setiap kandidat dengan menampilkan kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Sehingga menjadi pendidikan politik bagi masyarakat untuk mengenal calon-calon pemimpinnya,” ungkapnya.

Dia pun berharap dukungan dan kerjasama yang baik, baik itu dari jurnalisnya maupun dari pemilik perusahaan media. “Karena tidak semua pemilik perusahaan adalah seorang jurnalis. Namun, bagaimanapun kami harapkan agar pers tidak mengabaikan fungsi edukasinya,” ujarnya. Untuk itu kata Ratna Dewi dalam waktu dekat Bawaslu akan menggelar pendidikan politik bagi media massa. “Sudah kami siapkan dalam waktu dekat ini,” tandasnya.(mrs)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital