oleh

Polisi Belum Temukan Pelaku Pembakaran hutan di Sigi

API NAK TAK KUNJUNG PADAM –  tim gabungan berupaya memadamkan sisa api di pegunungan Kulawi, Kabupaten Sigi.

SIGI, PE – Kebakaran hutan dan lahan di Sigi makin meluas. Namun tak satu pun pelakunya ditangkap. Pihak polisi mengaku kesulitan meringkus pelaku pembakar hutan. Kapolres Sigi AKBP Noor Hudaya mengatakan,  banyak kendala yang dihadapi anggotanya dalam melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga sengaja membakar lahan. Di antaranya adalah lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk dan di daerah hutan yang sulit terjangkau. ”Memang belum ada (pembakar hutan), karena sulit menangkap tangan. Belum ditemukan cara yang terbaru,” kata AKBP Noor Hudaya di kantor DPRD Sigi, Senin malam 27 Oktober.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi dan menanggulangi upaya warga atau perusahaan yang sengaja membakar lahan. Setiap pimpinan polsek di kecamatan yang rawan kebakaran diinstruksikan untuk terus memantau dan berupaya memadamkan api yang tersisa. Pihak TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1306 Donggala kata dia juga ikut membantu pemadaman api di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Nokilalaki dan kecamatan Kulawi.

Noor Hudaya menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan indikasi keterlibatan perusahaan dalam pembakaran di beberapa area termasuk wilayah taman nasional Lore Lindu di Kecamatan Nokilalaki. Namun jika nantinya kedapatan, pihaknya tidak segan-segan menindak perusahaan perkebunan maupun warga yang terbukti dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar. ”Kita tindaklah, kita proses. Tapi pihak polisi dan TNI masih fokus pada pemadaman kebakaran hutan, kami berupaya untuk meminimalisir luasnya lahan yang terbakar,” katanya.

Ia menjelaskan, proses pemadaman  oleh tim gabungan Polri dan TNI dilakukan dengan cara sederhana, karena jauhnya lokasi kebakaran memaksa tim untuk membawa peralatan seadanya, seperti tongkat, parang dan terpal penampung air. Tak jarang para tim ikut bermalam di pemukiman warga yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. Ia mengaku, sampai saat ini masih ada 60an hektar lahan di kecamatan Nokilalaki dan Kecamatan Kulawi saat ini masih terbakar.

”Dapat kayu kita pukul-pukul apinya, ini cara sederhana kami untuk memadamkan api. Memang peralatan apalagi mobil pemadam itu tidak bisa masuk ke area kebakaran, yah ini sementara terus diusahakan, doakan saja, ” kata Noor Hudaya di kantor DPRD Sigi, Senin 27 Oktober. (mg02)

News Feed