oleh

Gubernur Tutup Gebyar PKK-PLK

GEBYAR PKK – Gubernur Longki Djanggola,  menutup Gebyar dan Lomba PK-PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus), Minggu 1 November, di Halaman TVRI Sulteng.

PALU, PE – Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menutup Gebyar dan Lomba PK-PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015, Minggu 1 November, di Halaman TVRI Sulteng. Selain menutup gebyar, gubernur juga melepas pemenang pertama tiap-tiap lomba untuk mewakili Sulteng pada Gebyar PK-PLK tingkat nasional di Padang, Sumatera Barat.

Daftar pemenang pertama dan berhak mewakili daerah ke Padang antara lain, Lomba Pengelola SLB Terbaik dimenangi SLB Negeri 1 Palu, Stand Pameran Terbaik SLB Negeri Dalaka, Keterampilan Hantaran SLB Negeri Marawola, Tata Boga SLB Negeri Tolitoli, Menjahit SLB ABCD Muhammadiyah Palu, Melukis SLB Negeri Dalaka, dan Lomba UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) juga dimenangi SLB Negeri Dalaka.

Pada kesempatan yang sama, juga diserahterimakan dari gubernur kepada 10 perwakilan SLB dan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Palu, hibah alat bantu pendengaran dan komputer tablet Lenovo, masing-masing kepada SLB Negeri 2, SLB ABCD Muhammadiyah, SDN Inpres 3 Birobuli, SDN Inpres Palupi, SDN 15, SDN 20, SMAN 4, SMAN 7, SMAN 8 dan SMA Muhammadiyah 1 Palu.

Menurut gubernur, keterbatasan dan kekurangan fisik yang dialami penyandang disabilitas sejatinya bukan hambatan untuk tampil berprestasi. Terlebih lagi pemerintah mengakui hak-hak mereka untuk menerima perlakuan yang sama dengan anak-anak normal. “Dibalik mereka punya kekurangan, mereka diberi kelebihan-kelebihan dan itulah janji Allah SWT,” ujar gubernur sekaligus memberi motivasi.

Selain itu, ada satu hal yang tak boleh dilupakan yakni jasa-jasa pendidik atau peran serta guru yang sangat sabar, tekun dan telaten mendampingi dan mengasah potensi anak-anak berkebutuhan khusus. “Ini tak terlepas karena jasa-jasa dari para pendidik yang mengajar anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Oleh karena itu, momentum gebyar diharap Gubernur dapat makin meningkatkan mutu PK-PLK di sulteng sehingga acara tersebut tidak mubazir dan cuma seremonial belaka. “Semoga gebyar memberi motivasi bagi Kita semua khususnya stakeholder dan anak-anak agar lebih percaya diri bahwa disamping kekurangan mereka juga diberikan kelebihan-kelebihan dari Yang Maha Kuasa,” harap gubernur optimis.

Prosesi penutupan gebyar lalu ditandai pemukulan gong oleh gubernur, didampingi Kadis Dikbud H. Ardiansyah Lamasitudju, S.Pd, M.Si, Kabid PK-PLK Dr. Minarni Nongtji, Kepsta (Kepala Stasiun) LPP RRI Palu Sofriani Razak dan Pimpinan BNI Cabang Sulteng.
Sebelum gubernur turun dari panggung, Gio, siswa SLB Poso buru-buru menagih janji duet bernyanyi lagu kesayangan gubernur “Jangan Sampai Tiga Kali”. “Yang namanya janji harus ditepati,” kata gubernur sambil bercanda.

Tak mau kalah dengan Gio, atlet-atlet pelajar Smanor Tadulako Palu juga  tampil penuh semangat memperagakan jurus-jurus silat dan taekwondo di hadapan gubernur dan undangan meski matahari sudah sangat terik dan membakar kulit di Halaman TVRI Sulteng siang itu. (Harold Humasprov)

News Feed