oleh

Aminuddin Kasim: KPU Sulteng Memalukan

Bawaslu Harus Minta Klarifikasi Soal Tim Pakar dan Penyelenggara Debat
PALU, PE – Ketua Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah, Dr Aminuddin Kasim sangat gusar akibat kisruhnya debat kandidat pada pemilihan gubernur Sulteng, Rabu malam, 4 November 2015, di hotel Mercure.  “Malu, sungguh memalukan.. Malu betul..,” tandas berkali kali nya kepada Palu Ekspres via telepon, Kamis 5 November 2015.

Betapa tidak, KPU menurutnya memberikan pendidikan politik yang buruk kepada KPU daerah lain di Sulawesi Tengah yang saat ini tengah menjalankan putaran ketiga. Dosen Fakultas Hukum Tata Negara Universitas Tadulako itu menegaskan bahwa KPU Sulteng tidak etis telah melanggar UU Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)  pada bagian penyelenggara tentang azas profesionalitas.

Untung saja kata dia, debat tersebut tidak diulang kembali. Bila ada pelaksanaan ulang maka itu melanggar azas efisiensi dalam UU DKPP yang mempersyaratkan, transparansi integritas, efisiensi, profesionalitas dalam penyelenggara Pemilu.

Aminuddin Kasim mengatakan akibat kejadian ini, KPU telah merugikan 2 pihak. Pertama,  para kandidat yang seharusnya mendapat waktu untuk menjelaskan program-program kerjanya. Di ajang ini mereka diberi ruang secara resmi untuk memaparkan ide-ide dan gagasan tentang membangun daerah. Disewakan tempat  yang bagus dan tertib. Yang diharapkan mendapat perhatian dari konstituen. “Para kandidat sudah membuang waktu dan tenaga serta menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan konstituennya,  hanya untuk hadir pada acara tadi malam. Namun hasilnya, seperti itu,”tandasnya.

Kedua, kata dia, masyarakat sebagai konsituen sangat dirugikan akibat cara kerja KPU yang tidak profesional. Konstituen berhak untuk mendengarkan, mengetahui apa saja program kerja yang ditawarkan oleh kandidatnya. Dari forum tersebut, biasanya masyarakat menentukan pilihan. “Kami sebagai konstituen tidak disuguhkan pendidikan politik karena peristiwa tadi malam,” tandasnya lagi.
Menurutnya yang menarik dari debat kandidat bagi konstituen bukanlah  para calonnya, tetapi para ahli-ahli yang berada di balik para kandidat tersebut.

Sungguh di luar dugaannya kata Aminuddin,  sikap tidak profesional yang ditampilkan KPU malam itu. Sebab dia menegaskan bahwa seluruh anggota KPU yang duduk sekarang melalui proses seleksi yang sangat ketat dengan pertimbangan mereka akan menjadi profesional yang matang dalam manajemen organisasi. Dengan harapan akan menghasilkan penyelenggaraan pilkada yang baik.

Ketua tim Seleksi KPU Sulteng periode 2013-18 ini akan menurunkan kredibilitas KPU setelahnya. Kepercayaan sebagai penyelenggara pilkada menjadi pertanyaan bila ke depan ada permasalahan di tingkat hukum. Maka para lawyer akan membuka semua peristiwa yang terjadi yang pernah dilakukan KPU Sulteng.  Ini akan menurunkan integritas KPU. Menyoal adanya tim pakar yang diduga tidak netral, Aminuddin juga mengatakan tugas Bawaslu untuk mengklarifikasi masalah ini. Termasuk kesalahan dalam penyelenggaraan debat kemarin. (aaa)

News Feed