Minggu, 9 Agustus 2026

Jimly : Penyelenggara Pemilu Butuh Wartawan

Ketua DKPP RI Jimly Ashidiqie (tengah) bersama Rektor Untad Palu, M Basir Chiyo dan Pejabat Asisten  Pemprov Sulteng,  Arif Latcuba dalam kegiatan sosialisasi tentang kode etik penyelenggara Pemilu. Kamis 19 November 2015 di Kampus Untad Palu.

Sulteng Tak Buruk, Juga Bukan Penyelenggara yang Baik   
PALU,PE — Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Jimly Asshidiqie menegaskan bahwa penyelenggara Pemilu  harus mengetahui posisinya sebagai pelayan bagi semua pihak yang berkepentingan.
“Penyelenggara itu pelayan bagi semua. Pelayan bagi pasangan calon termasuk pelayan bagi wartawan,” tandas Jimly Ashidiqie dalam kegiatan sosialisasi kode etik penyelenggara Pemilu, Kamis 19 November 2015 di ruang teater Untad Palu. “Penyelenggara butuh wartawan. Karena tidak perlu ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya lagi.

Sebagai pelayan kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, penyelenggara harusnya mampu membangun kedekatan dengan semua pihak termasuk pasangan calon yang menjadi peserta Pemilu. Meski dituntut harus membangun kedekatan dengan pasangan calon, namun Jimly mengingatkan penyelenggara tidak boleh berpihak.“Idealnya penyelenggara memang harus dekat dengan semua pasangan calon, tapi tidak boleh berpihak,”katanya.

Bersama wartawan, kata Jimly penyelenggara pemilu juga harus senantiasa membangun kerjasama yang baik. Itu katanya agar terwujud transparansi serta akuntabilitas dalam melaksanakan tahapan penyelenggaran pemilu.

Selain itu dia juga berharap  Komisi Pemilihan Umum (KPU)  membangun kerjasama dengan pihak kampus. Suksesnya kehidupan berdemokrasi di Indonesia merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab  kampus dan penyelenggara pemilu. “Kampus dan penyelenggara adalah penggerak demokrasi sesuai dengan bidang dan tugasnya masing-masing,”jelas Jimly.

Pada bagian lain, Jimly menambahkan, Sulteng merupakan salahsatu daerah yang track record penyelenggaraan pemilunya tidak terlalu menghawatirkan ketimbang daerah lainnya. Namun begitu, kata dia, Sulteng juga tidak termasuk dalam jajaran daerah yang baik penyelenggaraan pemilunya.
Maka dia berharap penyelenggara pemilu memahami tugas dan fungsinya tidak hanya sekadar menjalankan tahapan pemilihan umum.

DKPP-RI dan Universitas Tadulako memang menggelar sosialisasi menjelang pilkada.  Temanya “Kode Etik Penyelenggara Pemilu” dan digelar di Gedung Media Centre Untad Palu Kamis 19 November 2015.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua DKPP Sulteng Prof. Dr Jimmly Assidiqie, MH sekaligus membuka kegitan secara resmi. Dalam sambutannya Jimmly mengimbau agar pelaksanaan pilkada Desember mendatang benar-benar dalam pengawasan dan pemantauan pihak yang berwewenang. “Semoga pilkada kali ini dapat berjalan sesuai prosedur yang ada dan selalu dalam pemantauan,” ujarnya.

Sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, aktivis pemuda dan perwakilan instansi-instansi terkait. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan aturan dan kebijakan tentang kode etik penyelenggara pemilu yang dalam hal ini dipelopori oleh KPU agar senantiasa berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Dari kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan penyelenggara pemilu dan masyarakat terkait dengan hal-hal yang diatur dalam pelaksanaan pemilu. Sehingga nantinya dalam pelaksanaannya tidak ditemukan kejanggalan dan kecurangan yang dilakukan oleh oknum atau kelompok tertentu. (mdi-m12)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital