Senin, 10 Agustus 2026

Sulteng Gelar Gebyar Budaya Sambut Wisman Gerhana

SPOT GMT 2016 – Para wisatawan akan dihibur dengan berbagai penampilan budaya dan tari-tarian serta sajian kuliner lewat gebyar budaya yang direncanakan digelar di Anjungan Nusantara Teluk Palu.

PALU, PE – Maret 2016, Kota Palu akan menjadi titik perhatian para ilmuwam kelas dunia. Saintis dari berbagai negara maju berbondong bondong mengarahkan tujuannya ke ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dari sejumlah agen perjalanan diperoleh informasi wisatawan dari negara tetangga juga telah menjadikan Kota Palu sebagai prioritas destinasinya.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini sedang mempersiapkan sebuah iven `gebyar budaya` untuk menghibur para wisatawan mancanegara yang akan hadir di Kota Palu guna menikmati dan mengamati gerhana matahari total (GMT) atau total solar eclipse (TSE) pada 9 Maret 2016.

“Para wisatawan akan dihibur dengan berbagai penampilan budaya dan tari-tarian serta sajian kuliner lewat gebyar budaya yang direncanakan digelar di Anjungan Nusantara Teluk Palu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Hj. Siti Norma Mardjanu di Palu.

Sedikitnya 3.000 wisatawan mancanegara telah memesan kamar-kamar hotel di Kota Palu terkait gerhana matahari total itu. Bahkan sebagian besar dari mereka telah dua sampai tiga kali datang ke Palu untuk mengecek dan mempersiapkan lokasi pengamatan yang akan mereka tempati.
Menurut Siti Norma Mardjanu, pihaknya menyiapkan panggung bagi sejumlah potensi kearifan lokal untuk para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Sejumlah potensi kearifan lokal itu terdiri atas makanan/kuliner, lokasi wisata, tari-tarian, serta budaya masyarakat Kaili. Panggung ini nanti tidak hanya akan menghibur, tetapi mengenalkan kekayaan seni dan budaya, kuliner dan obyek-obyek wisata kepada wisatawan.

“Dengan begitu mereka diharapkan tertarik untuk datang kembali pada kesempatan berikutnya, atau paling tidak menambah lama tinggal mereka di Sulteng setelah momen TSE,” ujarnya,
Norma menyebutkan bahwa kearifan lokal itu akan dikemas dalam bentuk hiburan yang akan mulai disajikan kepada wisatawan paling lambat H-5.

al itu dilakukan agar tidak terkesan bahwa wisatawan yang datang hanya semata-mata melihat gerhana matahari total. Mereka harus disambut dan dilayani agar memiliki kesan baik ketika meninggalkan daerah ini. Dirinya berharap semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha bidang kepariwisataan maupun masyarakat dapat memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Partisipasi masyarakat dan pemerintah akan memberikan kesan yang baik bagi wisatawan, serta memberikan citra baik kepada daerah,” ujarnya. Gerhana matahari total 9 Maret 2016 hanya akan terlihat lengkap di 12 kota di sepuluh provinsi selama sekitar tiga menit pada pukul 07.00 WIB. Kota-kota tersebut adalah Palu, Poso, Luwuk (Sulteng), Halmahera, Tidore, Ternate, Sampit, Balikpapan, Palangkayara, Balitung, Bangka dan Palembang. (mdi/*)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization