oleh

Sulteng Gelar Gebyar Budaya Sambut Wisman Gerhana

SPOT GMT 2016 – Para wisatawan akan dihibur dengan berbagai penampilan budaya dan tari-tarian serta sajian kuliner lewat gebyar budaya yang direncanakan digelar di Anjungan Nusantara Teluk Palu.

PALU, PE – Maret 2016, Kota Palu akan menjadi titik perhatian para ilmuwam kelas dunia. Saintis dari berbagai negara maju berbondong bondong mengarahkan tujuannya ke ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Dari sejumlah agen perjalanan diperoleh informasi wisatawan dari negara tetangga juga telah menjadikan Kota Palu sebagai prioritas destinasinya.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini sedang mempersiapkan sebuah iven `gebyar budaya` untuk menghibur para wisatawan mancanegara yang akan hadir di Kota Palu guna menikmati dan mengamati gerhana matahari total (GMT) atau total solar eclipse (TSE) pada 9 Maret 2016.

“Para wisatawan akan dihibur dengan berbagai penampilan budaya dan tari-tarian serta sajian kuliner lewat gebyar budaya yang direncanakan digelar di Anjungan Nusantara Teluk Palu,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sulteng Hj. Siti Norma Mardjanu di Palu.

Sedikitnya 3.000 wisatawan mancanegara telah memesan kamar-kamar hotel di Kota Palu terkait gerhana matahari total itu. Bahkan sebagian besar dari mereka telah dua sampai tiga kali datang ke Palu untuk mengecek dan mempersiapkan lokasi pengamatan yang akan mereka tempati.
Menurut Siti Norma Mardjanu, pihaknya menyiapkan panggung bagi sejumlah potensi kearifan lokal untuk para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Sejumlah potensi kearifan lokal itu terdiri atas makanan/kuliner, lokasi wisata, tari-tarian, serta budaya masyarakat Kaili. Panggung ini nanti tidak hanya akan menghibur, tetapi mengenalkan kekayaan seni dan budaya, kuliner dan obyek-obyek wisata kepada wisatawan.

“Dengan begitu mereka diharapkan tertarik untuk datang kembali pada kesempatan berikutnya, atau paling tidak menambah lama tinggal mereka di Sulteng setelah momen TSE,” ujarnya,
Norma menyebutkan bahwa kearifan lokal itu akan dikemas dalam bentuk hiburan yang akan mulai disajikan kepada wisatawan paling lambat H-5.

al itu dilakukan agar tidak terkesan bahwa wisatawan yang datang hanya semata-mata melihat gerhana matahari total. Mereka harus disambut dan dilayani agar memiliki kesan baik ketika meninggalkan daerah ini. Dirinya berharap semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha bidang kepariwisataan maupun masyarakat dapat memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Partisipasi masyarakat dan pemerintah akan memberikan kesan yang baik bagi wisatawan, serta memberikan citra baik kepada daerah,” ujarnya. Gerhana matahari total 9 Maret 2016 hanya akan terlihat lengkap di 12 kota di sepuluh provinsi selama sekitar tiga menit pada pukul 07.00 WIB. Kota-kota tersebut adalah Palu, Poso, Luwuk (Sulteng), Halmahera, Tidore, Ternate, Sampit, Balikpapan, Palangkayara, Balitung, Bangka dan Palembang. (mdi/*)

News Feed