PALU EKSPRES, PALU – Data jumlah populasi buaya di Sungai Palu masih simpang siur. Menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng jumlahnya hanya 26 ekor, termasuk buaya berkalung ban.
Sementara informasi yang beredar di masyarakat jumlahnya kini mencapai ratusan ekor. Ini terungkap dalam rapat antara Seksapprov Sulteng, Hidayat Lamakarate dan pihak BKSDA Sulteng, Rabu 11 April 2018 si kantor Gubernur Sulteng.
“Berdasarkan data BKSDA sekitar 26 ekor buaya dewasa berada di Teluk Palu. Tapi berdasarkan informasi masyarakat sekitar 100 ekor buaya mulai dari yang kecil hingga berukuran besar telah hidup di sungai Palu. Keberadaan buaya tersebut sudah mengganggu ruang-ruang public yang di sekitar pesisir Teluk Palu,” kata Hidayat dalam pertemuan itu.
Namun begitu masalah buaya di Sungai dan Teluk Palu, khususnya yang berkalung ban mendapatkan perhatian serius Pemprov Sulteng. Buktinya adalah rapat tersebut.
Sekdaprov dalam rapat itu didampingi Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Bunga Elim Somba, Kepala Biro Humas dan Protokol, Moh. Haris serta pejabat terkait lainnya.
Inti dari rapat dimaksud, untuk mencari solusi terkait keberadaan buaya yang berdasarkan informasi pihak BKSDA Sulteng terdapat 21 – 26 ekor buaya dewasa berdasarkan identifikasi di lapangan.
Hidayat dalam kesempatan itu mengaku Pemprov Sulteng akan serius mengurus dan mencari solusi keberadaan buaya tersebut.
Tentu sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ada tiga strategi menurut Hidayat yang bisa menjadi solusi permasalahan itu.
Pertama penangkaran wisata buaya, penangkaran industri dan membangun areal konservasi. Namun begitu, ketiga solusi kata Hidayat perlu dikaji secara teknis dan mencarikan solusi yang terbaik.
(*/humas)






