oleh

Karman: Kami Persembahkan PCM untuk Warga Poso

RESMI BEROPERASI – Direktur PT PCM, Karman Karim didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemprov Sulteng, Hidayat Lamakarate, Wakil Bupati Poso Syamsuri, mantan Bupati Poso Piet Ingkiriwang foto bersama usai Soft Opening PCM dan Grand Opening Hypermart, Rabu 19 oktober 2016. (HAMDI ANWAR)

POSO, PE – Soft Opening Poso City Mall (PCM) dan Grand Opening Hypert Mart Rabu 19 Oktober berlangsung semarak. Ratusan warga Poso terlihat antusias mengikuti upacara peresmian Mall pertama di kabupaten di Sulteng tersebut. Pengunjung yang datang dari berbagai kalangan terlihat memenuhi hampir setiap sudut Mall berlantai dua itu. Mereka berbaur dan larut dalam kegembiraan. Beberapa pengunjung bahkan terlihat semringah naik di atas eskalator untuk sekedar menikmati fasilitas yang ada.

Di lantai dua, aktivitas jual beli sudah terlihat ramai. Hypermart, tenant terbesar di PCM tampaknya sudah melengkapi berbagai kebutuhan aneka jenis belanjaan di sana.  Direktur PT CPM Karman Karim mengaku sangat bersukur PCM akhirnya tiba pada proses peresmian. Semua itu katanya karena izin Allah SWT serta dukungan semua pihak utamanya masyarakat Poso. “Semua ini karena suport, suport dari masyarakat Poso khusunya bapak Piet Ingkiriwang (mantan Bupati Poso) yang dari awal menggagas dan memudahkan segala urusan sewaktu beliau menjabat,”kata Karman Karim.

Menurut Karman, ketika kepemimpinan berganti, pihaknya sempat khawatir semangat bupati lama tidak sama dengan yang baru. Namun ternyata, Bupati terpilih pun, Darmin Sigilipu amat sangat mendukung pembangunan PCM.  “Saat peletakan batu pertama, di situ saya memohon kepada Allah, jika memang Dia mengizinkan Mal ini terbangun, maka permudahlah seterusnya. Jika tidak, maka halangilah sejak peletakan batu pertama itu. Dan ternyata Tuhan mengizinkan hingga pada peresmian,”kenang Karman Karim.

Karman pun berharap masyarakat Poso dapat membangun rasa kepemilikan PCM dalam dirinya. Sebab PCM menurutnya sama dengan aset negara. Sebab dibangun dengan uang negara yang diperoleh karena kepercayaan Bank Mandiri. Lebih dari itu PCM juga merupakan upaya bersama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sejauh ini, 95 persen karyawan yang direkrut para tenant adalah masyarakat asli Poso.

“Untuk itu PCM kami persembahan. Jaga dan perliharalah Mall ini sebagai milik kita bersama, ini bukan soal investasi semata tapi sebuah upaya untuk mendatangkan kesejahteraan bersama,”harap Karman.Karman pun menjamin, kehadiran PCM tidak akan mematikan pedagang kecil pasar lokal yang ada. Justru katanya, kedepan, sebagian barang yang akan dijual di PCM akan mengambil produk lokal.

“Selain itu uang yang beredar dari gaji karyawan PCM nantinya juga kembali ke nelayan, petani untuk memenuhi pangan mereka,”tandasnya. Direktur  of Publik Relatioan Hypermart,  Dany Konjongian mengatakan Poso cukup berpotensi untuk mengembangkan hypermart. Diapun mengaku tidak mengalami kesulitan saat memproses perizinan dan administrasi dari Pemda setempat.

Menurutnya, PCM dibangun dengan konsep hypermart generasi ke tujuh. Desain generasi ini sama dengan hypermart yang ada di Jakarta, Surabaya, Manado, Medan dan Bali.

“Desain generasi tujuh ini baru pertama kami dirikan tingkat kabupaten,”katanya. Untuk saat ini pasokan barang yang ada di PCM masih didatangkan dari Surabaya. Namun kedepan, pihaknya akan berusaha agar produk lokal seperti sayuran, buah bisa menjadi produk yang dipasarkan hypermart di CPM.

“Kami akan rangkul mereka menjadi  bagian dari mata rantai hypermart,”kata Dany. Hypermart katanya juga memang sengaja merekrut putra daerah sebagai karyawan. Menurutnya itu adalah kebijakan umum hypermart agar ada timbal balik bagi daerah setempat.

“Dengan adanya hypermart kami harap ini mengubah image dan dinamika Poso. Dan berita-berita yang akan muncul di portal tidak seperti yang sebelum-sebelumnya,” demikian Dany. Mantan Bupati Poso, Piet Ingkiriwang dalam sambutannya merasa seperti bermimpi PCM bisa terbangun hingga diresmikan.

Kata Piet Ingkiriwang, masyarakat Poso kini tidak perlu jauh-jauh lagi jika hanya sekedar ingin  belanja barang-barang mewah.  “Di Poso juga sudah ada Mall, malahan yang model terbaru. Apalagi jika hanya ingin naik eskalator, tak usah ke Palu, di Poso juga sudah ada,”ujar Piet Ingkiriwang. ?

Selanjutnya Wakil Bupati Poso, Syamsurizal mengatakan awal pembangunan PCM diakui  banyak yang pesimis. Namun kini semua sudah terbukti.  “Kini kita punya tempat rekreasi dan belanja. Sudah dinikmati meski belum sepenuhnya selesai. Ini patut disyukuri karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Masyarakat dapat merasakan secara langsung dan tidak langsung,” kata Syamsurizal.

Syamsurizal berjanji akan menindaklanjuti peluang bisnis yang bisa terbangun antara hypermart dan petani di Poso.  “Kami akan mengajak semua kepala dinas untuk tindaklanjut ini. Membahas program-program terkait pengembangan pertanian dan perikanan masyarakat,” jelas Syamsurizal.(mdi)

News Feed