Senin, 7 September 2026

Langkah Awal Membentuk Branding Cokelat Sulteng

PAMERAN COKELAT – Sejumlah industri kecil menengah (IKM) mengikuti pameran coklat produksi industri rumah tangga di Mal Tatura, Jumat 25 November 2016. (Foto: KIA/PE)

*Pameran Kakao Olahan di Mal Tatura

PEMERINTAH ini terus berupaya mem-branding Sulawesi Tengah sebagai penghasil kakao terbesar di Indonesia dengan varian produk cokelat berkualitas.  Diperkuat  sekira 30-an industri kecil menengah (IKM) di Kota Palu, Sulteng berusaha tidak sekadar menjadi pengekspor biji cokelat. Namun juga mampu membuat produk olahan kakaon dengan kualitas mumpuni  yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia.
Yardin Hasan, Palu Selatan

Upaya yang dirintis sejak dua tahun lalu, kini mulai memperlihatkan hasilnya. Kemarin, sekira 30-an, anggota IKM unjuk gigi,  mengekplorasi skill mereka mengolah biji cokelat dalam aneka varian rasa dan kemasan, pada pameran bertajuk Kakao Olahan Menuju Hilirisasi Cokelat di Sulawesi Tengah.

Fatmawati (43), pelaku IKM yang ikut mengisi stand pameran di atrium Mall Tatura, Jumat 25 November 2016 mengungkapkan, ia baru konsentrasi dalam bisnis kakao olahan pada awal 2016. Namun kini produknya mampu menyebar ke sejumlah kota besar di Indonesia, Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar.  Walaupun pembelinya baru sebatas konsumen lepas, belum berskala industri, namun produk produknya itu kini sudah dikenal bahkan beberapa di antaranya, mulai mengorder secara khsusus.

‘’Pembeliannya belum dalam skala besar atau skala industri. Baru sebatas konsumen yang sifatnya perorangan, tapi jumlahnya sudah cukup. Mereka dari berbagai kota di Indonesia,’’ ungkap Fatmawati yang sebulan mampu mengolah hingga 20 kilogram cokelat fermentasi.

Selama menggeluti bisnis ini, secara perlahan dan pasti, pihaknya mulai memahami karakteristik konsumen. Mayoritas  konsumen dari luar kota menginginkan kandungan cokelatnya dominan. Namun untuk konsumen lokal kandungan lokalnya harus sepadan. Karena itu, di IKM yang dikelolanya ada kemasan yang kandungan cokelatnya mencapai 80 persen. Konsumen lokal kandungan coklatnya 35- 50 persen. Sisanya, gula, susu dan air. ‘’Kalau kemasan yang cokelatnya 80 persen rasanya agak pahit. Mungkin itu yang membuat konsumen lokal kurang sreg,’’ katanya menjelaskan.

Pengakuan yang sama juga dikemukakan, Iin, pengelola IKM Silaturrohmah. Ia menjelaskan, di outlet yang dikelolanya,  kemasan cokelat beragam. Mulai yang kandungan cokelat 35 dan 50 hingga 80 persen. Dari tiga varian rasa itu, Iin mengaku konsumen lebih menyukai yang kandungannya mencapai 80 persen. ‘’Itu kalau yang dioutlet di bandara. Kalau yang di Danau Talaga, yang lebih laku 35 – 50 persen,’’ jelasnya.

Baik Fatmawati maupun Iin, mengaku bersyukur dengan kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi hingga 50 persen untuk setiap kilo pembelian coklat fermentasi di Rumah Cokelat di Jalan Setiabudi – Palu. Di Rumah Coklat, setiap coklat fermentasi seharga Rp300 ribu per kilo gram. Dari harga itu, mereka cukup membayar separuhnya. Sisanya disubsidi dari pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Provinsi Sulawesi Tengah, Abubakar Almahdali, mengatakan, pameran selama tiga hari ini untuk membuka mata publik Kota Palu. Bahwa daerah ini mempunyai brand cokelat sendiri yang cita rasa, kemasan dan harga yang kompetitif jika dibandingkan dengan produk serupa yang beredar di pasaran saat ini. Pameran selama tiga hari ini dimaksudkan untuk memperkuat branding cokelat olahan Sulteng agar bisa menjadi pemain inti di rumah sendiri. Dan sejauh ini keberadaan cokelat olahan yang diproduksi di IKM di Palu  mendapat respons baik dari masyarakat. Tahun depan, pihaknya akan menggelar hajatan serupa dalam skala yang lebih besar. Melibatkan pemain bisnis kakao di seluruh tanah air.  Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk hilirisasi cokelat Sulteng.  Sehingga penghasil kakao terbesar di Indonesia ini, tidak sekadar dikenal sebagai pengekspor biji kakao ke luar negeri. ‘’Pameran ini sebagai langkah awal membentuk branding coklat kita,’’ katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, melalui Dinas Perindagkop, tidak mau sekadar dikenal sebagai penghasil biji cokelat. Sebagai daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia, dengan produksi 200 ribu ton per tahun, Suteng ingin meraih nilai keekonomian dari kakao asal Sulawesi Tengah. (kia)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam