Senin, 10 Agustus 2026

Penduduk Miskin Sulteng Tertinggi Kedua di Sulawesi

PALU,PE — Persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah (Sulteng) tercatat paling tinggi kedua di Pulau Sulawesi. September 2016 persentase jumlah penduduk miskin Sulteng sebesar 14.09 persen atau sebanyak 413,15ribu jiwa. Jumlah itu naik sekira 0.02 persen dari September 2016 yakni 14.07 persen.

Selanjutnya Provinsi Gorontalo yakni 17,63 persen atau sebanyak 203,69ribu jiwa, Sulawesi Tenggara 12,77 persen atau sebanyak 327,29 ribu jiwa, Sulawesi Barat 11,19 persen atau sebanyak 149,90 ribu jiwa, Sulawesi Selatan sebesar 9,24 persen atau sebanyak 796,8 ribu jiwa dan Sulawesi Utara sebesar 8,20 persen atau sebanyak 200,3 ribu jiwa. Dua provinsi yaitu Gorontalo dan Sulbar terhitung baru berumur 13 tahun.

Kepala Bidang Sosial BPS Sulteng, Sarmiati menyebutkan, penduduk miskin di Sulteng dihitung berdasarkan kemampuan daya beli setiap penduduk terhadap kebutuhan pokok makan dan non makanan. Menurutnya, garis kemiskinan Sulteng untuk September 2016 ditetapkan sebesar Rp 382,774 per bulan per kapita penduduk miskin.

“Mereka yang pengeluarannya di bawah dari angka garis kemiskinan itu tergolong miskin,”jelas Sarmiati, di Kantor BPS Sulteng, Selasa 10 Januari 2016.

Sarmiati menjelaskan, Provinsi Sulteng termasuk daerah yang harga komoditi kebutuhan dasar tinggi dibanding provinsi lainnya. Hal tersebutlah yang turut memengaruhi kemampuan daya beli penduduk miskin. Sehingga rata-rata pengeluaran per kapita per bulan penduduk miskin tidak keluar dari garis kemiskinan tersebut.

Selain itu, sektor pertambangan yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulteng juga tidak berdampak langsung pada masyarakat, khususnya penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.

“Sementara untuk sektor pertanian yang menjadi andalan Sulteng itu pertumbuhannya bergerak lambat,”jelasnya.
Menurutnya Pemerintah Provinsi Sulteng memang mempunyai program pengentasan kemiskinan dalam bentuk bedah kampung dan rumah. Namun sayangnya, program ini jelas Sarmiati tidak signifikan memengaruhi pendapatan penduduk miskin yang diintervensi.

Pasalnya, bantuan bedah kampung dan rumah tersebut diberikan dalam bentuk sarana dan prasarana, bukan untuk meningkatkan pendapatan perkapita penduduk. “Jadi program itu tidak mengeluarkan penduduk dari garis kemiskinan,”jelasnya.

Menurut Sarmiaty kenaikan persentase penduduk miskin Sulteng dipengaruhi sejumlah hal. Antara lain inflasi pada periode Maret 2016-September 2016 sebesar 1,46 persen, jauh lebih rendah dibanding periode September 2015-Maret 2016 sebesar 2,58 persen.

Faktor lainnya karena proyek pembangunan infrastruktur pemerintah umumnya lebih banyak terealisasi pada bulan September dibanding bulan Maret. Kondisi itu urai Sarmiati menyebabkan penyerapan tenaga kerja di bulan September umumnya lebih tinggi.

Meningkatnya produksi pangan, khususnya padi, yang ditandai dengan meningkatnya luas panen secara signifikan. Pada triwulan III (Juli-September) 2016 luas panen padi sebesar 50.407 ha, naik 75,3persen dibanding triwulan I (Januari-Maret) 2016 yang sebesar28.751 ha.

Peningkatan luas panen ini menurutnya selain berimplikasi terhadap meningkatnya pendapatan petani, juga berpengaruh pada bertambahnya daya serap tenaga kerja buruh tani di pedesaan. Yang pada gilirannya akan memberikan dampak terhadap pennurunan jumlah penduduk miskin di pedesaan.

Adapun urutan persentase dan jumlah penduduk miskin berdasarkan kabupaten/kota di Sulteng mulai dari terendah yakni Kota Palu 7,42persen, Banggai9,84persen,Sigi 12,75persen,Tolitoli 13,64persen, Morowali 15,80persen, Banggai Kepulauan 16,08persen, Buol 16,36persen, Morowali Utara 16,91persen, Banggai Laut 17,68persen, Poso 18,16persen, Donggala 18,11persen, Tojo Una-Una18,79persen. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization