2017, Untad Target 20 Persen Kuota Bidik Misi

  • Whatsapp
adv

Darsikin (foto: MARIA SANDIPU/PE)

Mahasiswa Miskin Bisa Kuliah di PTN Lewat Bidik Misi

PALU,PE – Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) namun mengalami keterbatasan finansial, dapat mencoba peruntungan melalui program bidik misi. Program bidik misi adalah program pemerintah yang diperuntukkan bagi mahasiswa miskin yang berprestasi untuk bisa melanjutkan pendidikan secara gratis di PTN.

Untad, sebagai salah satu PTN sudah menyelenggarakan program ini sejak 2012. Untuk 2017, Untad menargetkan 10-20 persen kuota mahasiswa miskin yang masuk dalam program bidik misi. Panitia SNMPTN dan SBMPTN Untad, Dr Darsikin mengatakan Untad masih menggunakan target kuota tahun sebelumnya. Untad belum bisa menaikkan target dari kuota sebelumnya.

“Karena ini tergantung berapa pemberian dari pusat. Tapi, kita harapkan kalau bisa yah masih seperti tahun sebelumnya antara 10 hingga 20 persen kuota dari seluruh total mahasiswa yang diterima,” jelasnya.

Tahun 2016, mahasiswa Untad penerima program Bidik Misi mencapai 1.020 mahasiswa. Jumlah itu terdiri dari jumlah yang disetujui pusat ditambah jumlah tambahan yang diusulkan kemudian oleh Untad.

‘’Kalau dari pusat mengabulkan 830 mahasiswa. Karena masih banyak mahasiswa miskin yang ternyata tidak masuk itu sehingga kami usulkan lagi tambah 200 orang,” terangnya.

Bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan bidik misi dapat mendaftar melalui situs belmawa.go.id. Situs ini yang melayani khusus pendaftaran calon penerima bidik misi. Pendaftaran bidik misi dilakukan sebelum pendaftaran pada semua jalur SMPTN.

“Semua jalur SMPTN bisa mendapatkan bidik misi. Asalkan daftar bidik misi dulu baru daftar di jalur SMPTN,” terang Darsikin.

Pendaftaran program bidik misi lebih dulu dilakukan dari pendaftaran SMPTN. Agar calon mahasiswa yang bersangkutan memperoleh PIN dan KAP sebagai kode khusus untuk calon mahasiswa yang ingin mendapatkan program bidik misi.

‘’PIN dan KAP itulah yang akan dicantumkan saat pendaftaran di SMPTN. Sehingga kalau lulus SMPTN secara otomatis calon mahasiswa itu lulus juga dalam bidik misi,” terangnya.

Jika tidak mencantumkan PIN dan KAP bidik misi dalam pendaftaran SMPTN, meski calon mahasiswa yang bersangkutan sudah mendaftar dalam Bidik Misi, calon mahasiswa itu tidak akan terdaftar sebagai penerima bidik misi.

“Makanya kalau sudah mendaftar di Bidik Misi dan sudah dapat PIN dan KAPnya tulislah itu pada kode khusus yang tersedia saat pendaftaran SMPTN. Sehingga bila lulus SMPTN maka lulus pula bidik misinya,” ujar Darsikin.

Di Untad, program ini sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun. Sejak 2012 silam.
Data di bagian Biro Akademik , Kemahasiswaan dan Perencanaan Untad, hingga 2016 tercatat sebanyak 2.990 mahasiswa miskin yang menerima program ini.

Dengan rincian, 400 penerima pada awal program tahun 2012, kemudian naik menjadi 550 pada 2013, dan mengalami penurunan pada 2014 hanya sebesar 450 penerima. Namun, pada dua tahun berikutnya pada 2015 dan 2016 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 2015 tercatat penerima bidik misi sebanyak 550 orang dan pada 2016 naik hampir seratus persen mencapai 1.040 penerima.(mrs)

Pos terkait