oleh

Petugas Kebersihan Protes Rekannya Dirumahkan

MOGOK – Petugas pengangkut sampah mogok kerja dan memarkir puluhan truk sampah di halaman kantor Walikota Palu, Selasa 17 Januari 2017. (foto: HAMDI ANWAR)

PALU,PE – Sebagai bentuk protes atas rencana Pemkot Palu merumahkan 17 petugas pengangkut sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palu, puluhan pengangkut sampah mogok kerja, Selasa 17 Januari kemarin. Puluhan petugas ini kemudian mendatangi kantor Walikota Palu menggunakan truk sampah. Mereka memarkirkan puluhan truk yang masih bermuatan sampah di halaman kantor walikota. Jumlahnya hampir 30 unit, baik truk jenis amrol maupun dam.

Setelah sempat berkomunikasi dengan salah satu pegawai DLHK, puluhan petugas kemudian meninggalkan kantor walikota. Protes petugas kebersihan ini sebagai bentuk solidaritas kepada rekannya yang akan dirumahkan oleh Pemkot Palu.

Menurut Haris, salahsatu petugas pengangkut, mereka menolak jika Pemkot benar-benar memecat 17 rekannya. Ke 17 petugas itu tercatat sebagai pengangkut pada truk jenis amrol. Dalam satu unit truk amrol terdapat lima petugas. “Jadi setiap truk amrol mau dihilangkan satu petugas. Sementara ini satu-satunya tempat menggantungkan hidup,”ungkapnya kepada Palu Ekspres.

Haris menyebut, petugas pengangkut sampah hanya mendapatkan upah yang tidak seberapa. Dalam sekali retase buangan sampah, mereka hanya diberi upah Rp12 ribu. Dalam sehari rata-rata retase dilakukan sebanyak empat kali. “Tidak seberapa kasian, masa mau dipecat lagi,”keluh petugas lainnya.

Hingga pukul 13.00 Wita kemari, puluhan truk sampah itu masih terparkir di halaman kantor walikota. Petugas dari Satpol PP terlihat sibuk merapikan letak parkirnya.(mdi)

News Feed