oleh

Oknum Polsek Palu Barat Edarkan Sabu Senilai Rp10 M

BARANG BUKTI – Wakapolda Sulteng Kombes Pol M. Aris Purnomo menunjukkan barang bukti sabu senilai Rp10 miliar di Ruang Rupatama Polda Sulteng, Selasa 24 Januari 2017. (foto: KIA/PE)
Tersangka Terancam Pidana Hukuman Mati

PALU, PE – Peredaran narkoba jenis sabu di Kota Palu semakin tinggi.  Kemarin Selasa 24 Januari 2017, pukul 03.00 wita,  jajaran Dit Res Narkoba Polda Sulteng meringkus anggota Polisi Polsek Palu Barat bernama Briagdir Samsul Rizal. Ia dibekuk di halaman salah satu hotel berbintang di Kota Palu,  membawa sabu seberat 4,5 kilogram.

Jika dikonversi ke nilai uang jumlahnya memcapai Rp10 miliar.  Wakapolda Sulteng, Kombes Pol M. Aris Purnomo, mengatakan, ini adalah tangkapan terbesar dalam sejarah pemberantasan narkoba di Sulawesi Tengah.  Aris membeber kronologis kejadian, yang berlangsung dini hari itu.  Selama sebulan,  Samsul Rizal telah diintai jajaran Res Narkoba Polda Sulteng. Disamping rekam jejak yang kurang baik di satuannya, Rizal ditengarai bagian dari sindikat peredaran narkoba di Kota Palu, bahkan Sulawesi Tengah. Rekam jejak yang kelam itu, cukup bagi jajaran narkoba Polda Sulteng menempatkan yang bersangkutan sebagai target operasi.

Pada malam sebelum penggerebakan di halaman hotel, Polisi sudah mengamati gerak gerik tersangka. Pada Selasa 23 Januari sekira pukul 24.00 wita,  tersangka Samsul Rizal mendatangi hotel. Kedatangannya di hotel bintang tiga itu, untuk melakukan transaksi sabu dari seorang rekannya bernama Ilham. Rekannya itu itu baru tiba dari Makassar pada   Senin 23 Januari dengan Pesawat Garuda Indonesia. Ilham menyewa kamar hotel nomor 522 untuk menyimpan sabu. Sedangkan ia sendiri menginap di kamar 521.  Pukul 24.00 wita, Samsul terpantau sudah berada area parkir hotel setelah mengambil sebuah tas ransel berisikan enam paket sabu.  Saat hendak meninggalkan area parkir, tim Res Narkoba Polda Sulteng yang dipimpin Kasubdit Dit Resnarkoba Polda Sulteng AKBP P Sembiring bersama Kapolres Palu AKBP Chist Reinhard Pusung langsung menyergap Samsul Rizal.

Menurut Wakapolda saat disergap, Samsul yang tergabung di Sabara Polsek Palu Barat, mencoba melarikan diri. Melihat gelagat yang tidak baik, Polisi langsung menembak yang mengakibatkan tersangka terjerambab tak berdaya. Tembakan tepat mengenai paha kanan dan pergelangan kaki. Sementara rekannya Ilham yang berada di hotel juga mencoba kabur. Ia mencoba melompat dari ketinggian lantai lima ke lantai dua.

Namun ia mengalami patah kaki dalam usaha yang penuh risiko itu. Walau demikian Ilham masih mampu berlari. Namun polisi berhasil melumpuhkan pria asal Makassar itu dengan tembakan yang mengenai kaki sebelah kiri dan dada sebelah kanan. Keduanya, kini dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng, sebelum dilakukan penyelidikan lebuh lanjut.

Menurut Wakapolda, sanksi yang menanti Samsul Rizal adalah akan dipecat dari kesatuannya. Sedangkan sanksi pidana yang bersangkutan terancam dijerat dengan hukuman mati.  Menurut dia, selama menjadi anggota kepolisian, Samsul Rizal mempunyai rekam jejak yang tidak bagus. Di antaranya, menikah tanpa prosedur kedinasan, meloloskan tersangka sabu serta perbuatan tidak menyenangkan. Dari tangan para tersangka, disita sabu enam paket seberat 4.5 kilogram, uang senilai Rp160 ribu dua HP, pisau badik.

DALAMI KETERLIBATAN PIHAK LAIN
Menjawab pertanyaan wartawan soal kemungkinan keterlibatan pihak lain, Wakapolda Aris Purnomo mengatakan, masih terus didalami. Termasuk kenapa harus lolos di terminal penumpang Bandara Hasanudin hingga ke pesawat, padahal sistem pemeriksaan termasuk ketat. Hal lain yang didalami adalah dugaan keterlibatan pihak-pihak yang terkait. Termasuk posisi keduanya apakah pengedar, kurir atau pemakai. Di sini juga akan dikembangkan untuk menelusuri siapa dalam dari semua ini. Pasalnya, temuan ini termasuk besar dan tidak mungkin berdiri sendiri. ‘’Siapa dalangnya, siapa bandarnya, ini semua masih di dalami,’’ pungkas Wakapolda. (kia)

News Feed