oleh

Kaili the Movie ”Karena Aku Ingin Kembali” Mulai Produksi

PENGENALAN FILM – Staf Ahli Gubernur Sulteng, Hidayat Lamakarate, bersama CEO Mattuju Indonesia, Andi Syahwal Mattuju saat kickoff film “Kaili the Movie”, Jumat 27 Januari 2017. (foto: HUMAS PEMPROV)

PALU, PE – Mattuju Indonesia melalui Mattuju Pictures, resmi memulai proses produksi film “Kaili the Movie”. Hal ini ditandai dengan gelaran kickoff (pengenalan resmi) judul dan cast film, serta media gathering, di ballroom Hotel Best Western Palu, Jumat 27 Januari 2017.

Film “Kaili the Movie”, digadang-gadang menjadi salah satu film nasional bernuansa regional andalan Sulawesi Tengah, mengikuti jejak kesuksesan film “Uang Panai”, yang juga dibuat oleh Mattuju Indonesia.

Staf Ahli Gubernur Sulteng bidang Pemerintahan, Hidayat Lamakarate, yang mewakili Gubernur pada acara tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi, dari Pemerintah Sulteng, atas pembuatan film “Kaili the Movie” oleh Mattuju Pictures. Hidayat berharap, film tersebut dapat membangkitkan industri perfilman di Sulteng, serta mampu meningkatkan daya saing daerah di kancah nasional.

“Kami memberikan apresiasi kepada Mattuju, yang sudah mau datang dan mengembangkan film di tanah Kaili ini. Mudah-mudahan Mattuju bisa membangkitkan industry film di Sulawesi Tengah,” kata Hidayat.

Sementara itu, CEO Mattuju Indonesia, Andi Syahwal Mattuju mengatakan, proyek film “Kaili the Movie”, merupakan sebuah jawaban tantangan dari pemerintah Kota Palu, pada saat pembukaan cabang Mattuju Indonesia di Palu, beberapa waktu lalu.

“Ini merupakan jawaban dari tantangan Pemkot Palu, yang ingin melihat kami membuat film yang sama suksesnya dengan ‘Uang Panai’ pada pembukaan cabang Mattuju di Palu lalu,” kata Andi Mattuju.

Selain itu, lanjutnya, pembuatan film yang yang produksinya dijadwalkan akan berlangsung selama 20 hari ini, merupakan bagian dari upaya Mattuju Indonesia, dalam pengembangan kreatifitas anak-anak muda, serta industri kreatif suatu daerah.

“Kami berkomitmen, di manapun ada Mattuju berdiri, maka industri kreatif di daerah tersebut harus berkembang,” tegasnya.

Kesukesan yang pernah diraih oleh “Uang Panai”, kata Andi, merupakan sebuah bukti nyata, bahwa industri kreatif dari wilayah Timur Indonesia dapat berkembang, tidak kalah dari Indonesia bagian barat.

“Melalui ‘Uang Panai’, kita mendorong industry kreatif dari Timur Indonesia bisa berkembang. Apalagi, kami berkomitmen untuk menggunakan semua potensi lokal dalam film ini,” pungkasnya. (mg01)

News Feed