Sabtu, 24 Januari 2026

BI Sulteng Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren

Webinar BI Sulteng dalam pengembangan UMKM dan ekonomi syariah. Foto: Istimewa.

PALU EKSPRES, PALU– Untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah Nasional, Bank Indonesia(BI) berperan melakukan pengembangan perekonomian syariah tersebut sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Mengingat potensi yang cukup besar dengan dukungan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Namun sayangnya potensi ini tidak membawa Indonesia sebagai “player” melainkan hanya sebatas “big market”.

Mengantisipasi ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (KPw BI Sulteng) menggelar pendampingan kepada UMKM serta pembinaan pondok pesantren melalui optimalisasi peranan unit usaha pesantren dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Pendampingan digelar secara virtual, melalui website seminat (webinar)  pengembangan UMKM lokal berbasis syariah melalui Sertifikasi.

Kemudian melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman Business Matching (B to B) antara UMKM antar pelaku usaha pada tanggal 30 Juli 2020.

Sebagai rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) KTI 2020, yang merupakan kegiatan rutin tahunan BI berskala nasional yang bekerjasama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebagai bentuk dedikasi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

Kepala BI Sulteng, Abdul Majid Ikram menyebut, potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan sinergitas dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.

Narasumber webinar ini antara lain kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Palu, Eka Komalasari dengan materi terkait prosedur pengurusan izin usaha.

Pejabat Kantor Wilayah Kementrian Agama Sulteng, H. Sofyan Arsyad dengan materi prosedur dan layanan sertifikasi halal.

Selanjutnya Ahlis Djirimu, Akademisi dari Universitas Tadulak, H. Hilal Malarangan dari Institut Agama Islam Negeri .

Serta mengikutsertakan Pondok Pesantren binaan BI Sulteng, yakni Pesantren Al-Istiqamah Ngatabaru dengan unit usaha minimarket santri dan produksi roti. Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi dengan unit usaha AMDK, Pesantren Hidayatullah dengan unit usaha air minum isi ulang.

Pesantren Raudhatul Mustafa Lilkhairaat dengan unit usaha produksi roti dan pesantren Alkhairaat Luwuk dengan unit usaha Air Minum Isi Ulang, seluruh UMKM Food dan Craft binaan mitra dan anggota GenBI.

Webinar ini jelas Abdul Majid Ikram, menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan UMKM lokal berbasis syariah di Sulteng melalui perizinan dan sertifikasi produk.

“Tujuannya agar dapat mengubah kondisi “Indonesia yang merupakan Big Market untuk produk halal dunia dan dapat menjadi player pada pasar nasional maupun internasional”jelasnya.

Karena sertifikasi halal pada produk menjadi jaminan klinis atas produk yang dikonsumsi masyarakat dan sangat berdampak baik bagi UMKM untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas konsumen.

UMKM binaan dan mitra BI Sulteng menirunya telah berhasil lulus kurasi berdasarkan assessment dan wawancana dengan Dewan Industri Kreatif Syariah Nasional (IKRA) sebanyak 6 (enam) UMKM dari 6 (enam) UMKM yang diusulkan.

Saat ini kata dia UMKM IKRA terpilih sedang mengikuti Booth Camp Pelatihan Anggota IKRA Indonesia 2020 yang dilaksanakan secara virtual.

BI Sulteng juga telah menginisiasi pelaksanaan Business Matching dengan konsep Business to Business (B to B) yakni antara UMKM Rapoviaka Simple produk olahan cokelat dengan toko oleh-oleh UD. Bintang Soraya.

“Semua ini bertujuan untuk mendorong produktivitas dan peningkatan akses pasar UMKM melalui kerjasama bisnis,”demikian Abdul Majid Ikram.(**/mdi/palu ekspres).