Minggu, 5 April 2026
Palu  

Begini Gagasan 4 Paslon Wali Kota Palu Mengatasi Kemiskinan

DEBAT - Debat publik Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu, Rabu 11 November 2020. Foto: Istimewa.


PALU EKSPRES, PALU– Sesi kedua debat kandidat Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu putaran ke 2, Rabu (11/11/2020) mengangkat isu pengentasan kemiskinan. Di sesi ini, 4 Paslon diminta mengemukakan gagasannya dalam mengatasi kemiskinan. Osgar Sahim Matompo, moderator debat, memberikan kesempatan bagi masing -masing kandidat Calon Wakil Wali Kota Palu untuk menjawabnya.

Mahyudin, calon Wakil Wali Kota Palu nomor urut 1 mengatakan, pihaknya akan mendorong pengentasan kemiskinan dengan pendekatan religius.Yakni, mengajak warga untuk selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan cara ini kata dia, kemsikinan adalah masalah multidimensional, bukan hanya sekadar masalah ekonomi. Karena itu ikhtiar pertama adalah menerapkan nilai religius. Karena kemiskinan dan pengangguran menurutnya bisa diselesaikan dengan cara beriman dan bertakwa.

“Dengan itu Insya Allah keberkahan akan turun. ikhtiar dan religius,” katanya.

Kedua menyelesaikan kemiskinan berbasis kelurahan. Pihaknya akan menggulirkan dana segar Rp 1miliar per kelurahan. Digunakan membangun sarana dan prasaran untuk pemberdayaan masyarakat. “Kedepan persoalan kemiskinan ini harus diselesaikan terstruktur,” jelasnya.

Kemudian mengembangkan Kelompok Usaha Bersama (Kube) yang bukan hanya untuk kepentingan proyek.
“Kita kembangkan usaha dengan permodalan dan pendampingan berkesinambungan,”paparnya agar tumbuh usaha berbasis rumah tangga,”jelasnya lagi. Selanjutnya penguatan UMKM secaar mandiri dan kemitraan dengan bantuan modal usaha, pelatihan dan pendampingan secara berkala. “Saat ini dana ke kelurahan itu cukup besar namun belum kelihatan dampaknya,” tandasya.

Selanjutnya Wakil Paslon nomor urut 2, Reni Lamadjido mengemukakan, pihaknya akan meningkatkan kualitas pekerja padat karya dengan kembali menambah upah kerjanya menjadi Rp1 juta.

Lalau mengutamakam pelatihan keterampilan pemuda di kelurahan untuk dipersiapkan menjadi tenaga yang bersertifikasi. “Agar mereka bisa bersaing sebagai tenaga kerja. Terutama menghadapi pemindahan ibu kota negara,” ujarnya. Kemudian pengembangan home industri. Pelatihan berbasis kelompok lalu mengatur pemasaran secara inkubator berbasis digital.

“Kami juga akan mengembangkan UMKM, mendorong pasar induk perikanan agar menjadi sentral pengiriman ke luar daerah,”terangnya. Kemudian calon wakil nomor urut 3, Habsa Yanti Ponulele yang mengurai bahwa persentase kemiskinan di Kota Palu pada prinsipnya bergerak turun dari tahun 2017 ke tahun 2018. Namun persentase ini naik tahun 2019 karena terjadi bencana alam. Mengenai upaya mengatasi kemiskinan, Habsa menyebut, Pemerintah Kota Palu saat ini telah banyak menyalurkan bantuan-bantuan bagi kelompok usaha dan UMKM dalam rangka pengembangan usaha.

“Baik itu bahan baku, peralatan. Kedepan ini akan kami lanjutkan semua,”katanya. Yang sedang digenjot kini adalah pengembangan kawasan agrowisata pada daerah-daerah pinggir seperti Uwentumbu dan Utara Kota Palu. Selanjutnya, calon wakil nomor urut 4 Arena Parampasi. Dia mengatakan wakil wali kota sebagaimana UU Nomor 42 tahun 2010 memang telah ditunjuk menjadi ketua tim koorinasi penanggulangan kemiskinan kota. Dalam paparan Arena, mengatasi kemiskinan, pihaknya akan mendorong melalui 4 kluster program pengentasan. Pertama, kluster sosial safety net untuk ketahanan masyarakat. Memberi perlindungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengurangi beban pengeluaran warga miskin.

Kedua pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas warga miskin agar terlibat dalam proses pembangunan. Ketiga, keberlanjutan usaha dengan bantuan modal usaha melalui program kredit usaha rakyat daerah. Serta mengembangkan progam pro rakyat yang menyentuh langsung kalangan disabilitas. (mdi/palu ekspres)