PALU EKSPRES, PALU – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah (BI Sulteng) berinisiatif mendorong implementasi urban farming melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Program ini bertujuan meningkatkan penghasilan masyarakat akibat dampak Pandemi Covid-19. Sekaligus sebagai salah satu upaya dalam penanggulangan inflasi volatile food.
Program ini dilaksanakan bagi masyarakat perkotaan di Lorong Sintuwu I, Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu. Yang kemudian ditetapkan sebagai pilot project.
Kelompok masyarakat dalam program ini diberi bantuan berupa rangkaian hidroponik. Sebuah metode budidaya tanaman dengan memanfaatkan air dan menekankan pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi tanaman tanpa media tanah.
Sebab kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Dan tentunya bisa dilakukan di lahan terbatas.
Bantuan itu antara lain Hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sebanyak 50 set. Sistem Nutrient Film Technique (NFT) 200 titik sebanyak 2 set. Sistem fertigasi sebanyak 15 set, green house produksi dan taman edukasi.
Program ini diharap menjadi alternatif sumber pemasukan baru serta menjadi pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat. Melalui budidaya hortikultura dan komoditas inflasi volatile food lainnya seperti tanaman cabai, tomat, bawang merah, kangkung, sawi dan sejenisnya.
Lurah Lolu Utara, Nanda, mengaku program yang dilaksanakan di wilayah kerjanya ini bisa menambah pendapatan rumahtangga.
“Program hidroponik dari Bank Indonesia ini merupakan salah satu cara meningkatkan produktivitas dan kegotongroyongan masyarakat. Hasil panen hidroponik dimanfaatkan sebagai konsumsi masyarakat dan dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga” ungkapnya.
Manfaat hidroponik juga dirasakan keluarga Ibu Sri Lestari. Ia mengaku awalnya ragu-ragu dengan program tersebut karena tidak punya pengetahuan.
“Tapi saat kami diberi pelatihan BI Sulteng, kami merasakan manfaat yang banyak karena kegiatan menanam menjadi produktif. Dari ilmu yang diberikan, kami bersama-sama mengelola hidroponik di rumah dan di green house untuk dapat memenuhi kebutuhan sayur sehat konsumsi keluarga, mengembangkan bantuan yang diberikan dan menjadi penghasilan untuk keluarga,”katanya.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Abdul Majid Ikram menyebut, sesuai informasi dari anggota kelompok, konsumen bukan hanya dari dalam Kota Palu. Produksi sayuran hasil sistem hidroponik juga dipasarkan ke Kabupaten Tolitoli.
Setiap masa panen, kelompok menurutnya bisa memperoleh penghasilan kurang lebih Rp8juta kemudian dibagikan kepada anggota kelompok dan disisihkan untuk kas.
Dalam menyukseskan program tersebut, BI Sulteng kata Abdul Majid Ikram juga bersinergi dengan komunitas peduli hidroponik Kota Palu.
Melalui komunitas selanjutnya melalukan pemdandangan dan memberi edukasi terkait proses pemanfaatan hidroponik. Mulai dari pemilihan bibit, proses persemaian, penyediaan media tanam, proses pindah tanam, pemeliharaan tanaman pada media hidroponik, pemupukan, proses panen sampai pasca panen.
Bersama komunitas peduli hiroponik, pihaknya juga berkomitmen untuk membantu pemasaran dan penjualan hasil panen kelompok masyarakat.
Program ini jelasnya membuat masyarakat menjadi lebih aware untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mengolah sampah plastik menjadi produk yang bernilai (menuju go green).
Dia menambahkan, BI Sulteng dengan dukungan stakeholder terkait, berencana mendorong lingkungan urban farming di Kelurahan Lolu Utara menjadi project percontohan lingkungan cashless society di Kota Palu dengan memanfaatkan Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran nontunai.
Upaya tersebut tentunya sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19 melalui uang tunai, meningkatkan literasi keuangan digital bagi masyarakat dan sebagai bentuk penyesuaian transformasi sistem pembayaran diera digital saat ini.
Kemudian dari sisi pemasaran, BI Sulteng pun akan berupaya meningkatkan akses pemasaran produk kelompok melalui sinergi dengan marketplace lokal dan korporasi pasar modern di Sulteng. (**/mdi/palu ekspres)






