Minggu, 5 April 2026
Palu  

1.957 Penyintas Bencana Palu Telah Direlokasi ke Huntap

Bambang Sabarsyah. Foto: Hamdi Anwar/PE

PALU EKSPRES, PALU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mencatat sebanyak 1.957 Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana alam 28 September 2018 telah mendapat dan direlokasi ke Hunian Tetap (Huntap).

Berdasarkan data di BPBD Palu, Huntap yang tersedia saat ini masing-masing berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Kemudian Huntap di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat dan Huntap di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.

Di Kelurahan Tondo, jumlah total Huntap yang tersedia masing-masing berasal dari bantuan yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 1.500 unit. Bantuan AHA center sebanyak 100 unit dan bantuan Asosiasi Pemerintah Kota se Indonesia (Apeksi) sebanyak 11 unit dengan total keseluruhan sebanyak 1.611 unit.

Kemudian Huntap di Kelurahan Balaroa sebanyak 127 unit dan Huntap di Kelurahan Duyu sebanyak 230 unit.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Palu Bambang Sabarsyah menjelaskan, sejauh ini untuk Huntap Kelurahan Tondo yang telah ditempati oleh warga sebanyak 1.600 KK.

“Jadi yang belum terisi itu di Huntap Tondo itu adalah bantuan Apeksi sebanyak 11 unit. Tapi ini sementara diupayakan agar warga mau direlokasi ke Huntap tersebut,” kata Bambang, Senin (24/5/2021).

Selanjutnya Huntap di Kelurahan Balaroa. Jumlah warga yang direlokasi ke Huntap ini sesuai dengan jumlah unit Huntap yang tersedia. Yakni sebanyak 127 KK. Huntap ini menurut Bambang merupakan bantuan langsung Pemkot Palu.

Kemudian Huntap di Kelurahan Duyu. Bambang menyebut, jumlah warga yang direlokasi ke Huntap Duyu sebanyak 230 KK. Sesuai dengan jumlah unit yang tersedia. Huntap ini merupakan bantuan Kementerian PUPR.

“Dengan begitu, jumlah total warga yang telah mendapat Huntap sebanyak 1.957 KK,” paparnya.

Kendati begitu, Bambang menambahkan masih terdapat 1.428 KK yang saat ini masih menunggu proses pembangunan Huntap selesai.

Masing-masing dari Kelurahan Tondo sebanyak 938 KK, dari Kelurahan Talise sebanyak 393 dan dari Kelurahan Duyu sebanyak 97 KK.

“Seluruhnya telah terverifikasi. Tinggal menunggu pembangunan Huntap selanjutnya,” ujar Bambang.

Saat ini kata Bambang, juga sedang berjalan proses pembangunan Huntap satelit di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Namun, mengenai seberapa banyak warga Petobo yang memilih Huntap satelit tersebut tidak berada di bawah koordinasi BPBD.

“Itu ada dalam koordinasi dinas perumahan dan pemukiman,” pungkasnya. (mdi/palu ekspres)