Pemerintah Prioritaskan Transformasi Digital, Sedangkan Smart City, Program Jangka Panjang

  • Whatsapp
wapres RI, KH Ma'ruf Amin membuka RTDI dan RKCI secara daring/foto: biro humas setwapres/pe

PALUEKSPRES, JAKARTA- Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa transformasi digital merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mendukung pembangunan berbagai bidang di Indonesia.

Menurut Wapres, ada 5 agenda Percepatan Nasional, sesuai dengan arahan presiden yaitu; 1) Penuntasan pembangunan infrastruktur internet berkecepatan tinggi di daerah yang belum terjangkau;

Bacaan Lainnya

2). Membangun Pusat Data Nasional (PDN) untuk terwujudnya kebijakan Satu Data; Farming dan Re-farming frekuensi radio ke arah pengembangan teknologi 5G (Five Ji);

3). Pembangunan SDM bidang digital yang komprehensif dan berkelanjutan mulai dari literasi digital, talenta digital, sampai ke level kepemimpinan digital;

4). Penguatan ekosistem ekonomi digital dengan memfasilitasi program-program seperti UMKM online, pemanfaatan teknologi digital oleh petani/nelayan, dan pengembangan start-up digital; serta,

5). Penyelesaian legislasi primer pendukung yang mampu mendorong akselerasi nasional.

Hal itu dikatakan Wapres KH Amin Ma’ruf saat membuka acara Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) Tahun 2021, secara daring Senin, (2/8/2021).

Wapres mengatakan sama halnya dengan transformasi digital, smart city merupakan program jangka panjang yang dikembangkan untuk meningkatan kualitas hidup warga kota khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Melalui program smart city, pemerintah terus berupaya meningkatkan pencapaian peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan hingga tahun 2050.

“Saat ini smart city sudah menjadi salah satu konsep yang digunakan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi kota. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban perguruan tinggi sebagai salah satu stakeholders untuk menyediakan riset-riset inovatif yang memberikan solusi terhadap permasalahan berbagai kota yang ada di Indonesia,” ujar Wapres.

Wapres memulai sambutannya dengan memberi apresiasi kepada Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah memberikan kontribusinya melalui karya inovasi sebagai bentuk sumbangsih intelektual bagi kemajuan transformasi digital di tanah air, khususnya terkait digitalisasi tata kelola kota di Indonesia.

Wapres juga memuji ITB karena telah menyumbangkan konsep pembangunan kota cerdas melalui Garuda Smart City Framework yang tidak hanya memberikan indikator kota cerdas, tetapi juga memberikan gambaran bagaimana melakukan transformasi menuju kota cerdas.

Itu sebabnya, pemerintah kata Wapres, mendukung kegiatan Riset dan Rating Tranformasi Digital & Kota Cerdas Indonesia 2021. “Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan arah dan tujuan pengembangan kota agar menjadi kota cerdas yang bergerak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sumber daya yang ada,”ujarnya.

Diharapkan kegiatan ini juga menjadi jembatan bagi pemerintah untuk melakukan peningkatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan literasi digital, serta mengevaluasi proses transformasi digital di Indonesia secara mandiri.

“Saya harapkan pemerintah kota bisa memanfaatkan penelitian ITB ini untuk meningkatkan kinerjanya dan memperbaiki kualitas kota sesuai aspirasi masyarakat,” tandas Wapres.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB, Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Sejumlah Walikota Pemerintahan Kota di Indonesia, Para Wakil Kementerian, Industri, dan Asosiasi Pendukung Kota Cerdas. (aaa/pe)

Pos terkait