Senin, 6 April 2026

Semester I 2021, Laba Bersih Telkom Rp12,5 Triliun, Tumbuh Dua Digit

PALUEKSPRES, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencatatkan laba bersih yang tumbuh double digit pada kinerja sepanjang paruh pertama 2021. Hingga Juni 2021, laba bersih konsolidasian perseroan mencapai Rp12,5 triliun atau tumbuh 13,3% YoY.

Pertumbuhan laba hingga dua digit diperoleh karena Telkom berhasil mengoptimalkan kinerja produk dan layanan digital perusahaan yang beragam. Salah satu produk digital Telkom yang mencatat pertumbuhan positif adalah IndiHome, penyedia jasa fixed broadband bagi masyarakat.

Telkom mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp69,5 triliun atau tumbuh 3,9% YoY. Pada periode yang sama, laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) mencapai Rp37,8 triliun atau tumbuh 4,7% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Marjin EBITDA perseroan naik dari 54,0% pada kuartal II/2020 menjadi 54,4% per kuartal II/2021.
“Konsistensi kinerja diraih Telkom Indonesia berkat komitmen perusahaan melakukan transformasi bisnis untuk menjadi digital telco terdepan di Indonesia dan bahkan regional,” kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah melalui keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (31/8/2021).
Sepanjang paruh pertama 2021 katanya, pendapatan IndiHome tumbuh 24,2% YoY menjadi Rp12,9 triliun, dengan marjin EBITDA yang juga tumbuh dengan mengesankan, dari 38,6% per Juni 2020 menjadi 47,6% per Juni 2021. Hal ini tidak lepas dari penambahan pelanggan dan ARPU yang kian membaik, sebagai dampak dari ragam layanan add-ons yang semakin diminati dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Kemitraan dengan konten provider global terbukti sebagai strategi bertumbuh yang tepat dan berbuah manis bagi layanan IndiHome.
Kontribusi pendapatan IndiHome terhadap revenue konsolidasian TelkomGroup naik menjadi 18,5% per Juni 2021, naik dari sebelumnya 15,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Pada segmen Mobile, pendapatan digital business Telkomsel mencapai Rp33,36 triliun atau tumbuh 4,7% YoY. Kontribusi pendapatan layanan digital terhadap total revenue Telkomsel naik dari 72,4% per kuartal II/2020 menjadi 77,3% per kuartal II/2021. Pertumbuhan ini tak lepas dari besarnya basis pelanggan Telkomsel sebesar 169,2 juta orang, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 117,7 juta pelanggan atau tumbuh 12% YoY. Lalu lintas data segmen Mobile juga tumbuh 54,5% YoY menjadi 6.573.499 Terabyte. Layanan Telkom dapat berjalan optimal berkat operasional 237.300 Base Transceiver Station (BTS) yang 187.048 di antaranya berbasis 3G/4G. Total, jumlah BTS yang dimiliki Telkomsel tumbuh 4% YoY per Juni 2021.

“Peningkatan kinerja Telkom juga terjadi pada segmen Enterprise, dengan pendapatan mencapai Rp8,7 triliun atau tumbuh 12,2% YoY. Pertumbuhan segmen ini berasal dari layanan IT dan solusi konektivitas,” ujarnya.

Selain itu, pendapatan perseroan dari segmen Wholesale & International Business juga naik 1,2% YoY menjadi Rp6,9 triliun. Peningkatan ini disebabkan adanya pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi, data center, dan A2P service.

Data center menjadi platform digital yang permintaannya tumbuh signifikan seiring dengan peningkatan aktivitas pemain di bisnis digital. Selain itu, dari bisnis menara telekomunikasi, Mitratel sebagai anak usaha Telkom yang saat ini memiliki lebih dari 23 ribu menara atau tumbuh 45% YoY, memiliki tenancy ratio 1,57 kali dari yang sebelumnya 1,54 kali pada Juni 2020. Mitratel melakukan berbagai langkah sebagai pemain tower terbesar di Indonesia, yang mendukung beragam kebutuhan tidak hanya bagi TelkomGroup tapi juga tenant lainnya. Sehingga Mitratel bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi.

Pada bisnis digital, transformasi bisnis yang dilakukan Telkom memperlihatkan hasil yang cukup baik. Dalam upaya mengembangkan bisnis digital, TelkomGroup menerapkan tiga strategi utama, yakni build dengan membangun kompetensi internal, borrow melalui kemitraan strategis, dan buy melalui akuisisi dan investasi yang mengutamakan synergy value TelkomGroup. (bid/palu ekspres)