Oleh Melvina (Dosen Prodi Bahasa Inggris STKIP PGRI Sumbar)*
Kemampuan berBahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang harus dikuasai dalam menghadapi globalisasi. Bahasa Inggris menjadi faktor penting untuk keberhasilan dalam berbagai aspek, seperti pencapaian gelar akademik dari berbagi universitas ternama, membantu suksesnya karir dalam dunia kerja, dan memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak. Begitu pentingnya kemampuan berBahasa Inggris, sehingga perlu untuk memberikan perhatian terhadap kemampuan siswa kita. Karena selama pandemi berbagai kendala ditemukan dalam proses pembelajarannya. Jangankan Bahasa Inggris yang sering dianggap sulit oleh siswa, mata pelajaran yang lain pun tidak maksimal selama pandemi ini. Padahal mata pelajaran tersebut biasanya cukup diminati oleh siswa.
Sampai saat ini para siswa masih kesulitan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam bentuk lisan dan tulisan. Hal ini akan menjadi kendala tersendiri ketika mereka bersaing di dunia global. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan Bahasa Inggris para siswa perlu mendapatkan perhatian khusus dengan memberikan solusi yang tepat untuk permasalahan ini. Di antara solusi yang mungkin dilaksanakan dalam kondisi pandemi seperti saat sekarang ini adalah dengan mengembangkan kemandirian siswa dalam belajar. Hal ini diyakini sebagai salah satu penyelesaian yang tepat untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa.
Mengembangkan kemampuan siswa untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri. Menyadari sepenuhnya bahwa Bahasa Inggris akan membantu dirinya memperoleh berbagai kesempatan yang lebih baik di masa depan. Kemampuan bertanggung jawab atas pembelajaran ini bukanlah bawaan sejak lahir, tetapi harus diperoleh melalui pembelajaran yang sistematis dan terarah. Sehingga siswa bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang telah dibuatnya.
Pembelajar yang mandiri akan mengetahui tujuan belajar mereka dan dapat menggunakan strategi yang sesuai bagi dirinya dalam belajar. Mereka akan terlibat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajarnya, Secara teratur siswa mandiri akan meninjau dan mengevaluasi kemajuan belajar yang sudah diperolehnya.
Oleh sebab itu ada beberapa strategi yang dapat membantu guru Bahasa Inggris dalam mengembangkan kemandirian siswa dalam belajar. Antara lain adalah, pertama melibatkan para siswa dalam proses pengambilan keputusan. Para siswa harus terlibat secara aktif dalam menetapkan tujuan yang berkorelasi dengan tingkat kemahiran dan minat. Misalnya, sebelum pembelajaran dimulai, guru dan siswa mendiskusikan tujuan khusus dari kegiatan pembelajaran dengan cara yang sistematis. Karena kelas memiliki tujuan umum yang disebutkan dalam kurikulum, guru dan siswa dapat bernegosiasi dan menghubungkan tujuan umum yang diberikan oleh kurikulum dengan konteks mereka sendiri seperti tingkat kemahiran mereka.
Tingkat pembelajaran akan sangat penting bagi otonomi pembelajar karena jika tujuannya terlalu rendah atau terlalu sulit, siswa mungkin merasa kewalahan dan tidak melihat adanya tantangan yang diperlukan untuk mendorong pembelajaran mandiri mereka. Selain itu, tujuan harus didefinisikan dengan jelas dengan rencana desain yang baik dan kegiatan yang terstruktur. Siswa harus dilibatkan dalam menentukan kegiatan belajar yang sesuai dan dalam memilih materi yang paling cocok yang dapat memaksimalkan hasil belajarnya.
Kedua, membantu siswa mengidentifikasi dan memaksimalkan strategi belajar mereka. Kemandirian seorang siswa sangat bergantung pada seberapa efektif strategi belajar yang mereka gunakan. Pentingnya strategi pembelajaran harus didiskusikan karena banyak guru lebih fokus pada bagaimana mereka mengajar daripada bagaimana siswa mereka belajar. Kurikulum terpusat dan orientasi ujian dalam pengajaran membawa fokus guru lebih kepada cara terbaik untuk mengajar dan materi terbaik untuk membantu siswa mereka lulus ujian. Ini tidak membantu siswa untuk mengembangkan strategi belajar mereka yang dapat membuat mereka lebih mandiri.
Guru harus membantu siswa memeriksa tidak hanya materi dan kegiatan apa yang membantu mereka mencapai tujuan dan menjadi pembelajar yang efektif, tetapi juga strategi dan materi apa yang dapat memaksimalkan proses belajar mereka. Strategi pembelajaran membantu siswa fokus pada bagaimana mereka belajar daripada apa yang dipelajari.
Ketiga, perlu meningkatkan motivasi belajar siswa. Belajar mandiri akan terwujud jika siswa memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi diyakini sebagai salah satu faktor penentu dalam mempromosikan otonomi siswa. Siswa harus memiliki keinginan yang kuat yang dianggap sebagai motivasi intrinsik untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka yang dimulai dari merumuskan tujuan mereka, merancang kegiatan pembelajaran, memilih metode pembelajaran, hingga menilai proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru Bahasa Inggris untuk mengembangkan motivasi siswa untuk membantu mengaktifkan pembelajaran mandiri mereka.
Dengan memiliki motivasi yang tinggi, siswa dengan mudah menerima tanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, terus mengembangkan keterampilan bahasa mereka dan kesediaan untuk mengambil bagian dalam proses pembelajaran. Sebelum memberikan banyak kegiatan untuk mendorong kemandirian dalam pembelajaran bahasa, guru harus memastikan bahwa siswa mereka memiliki motivasi yang cukup agar mampu mendorong mereka untuk terlibat dan berpartisipasi dalam semua kegiatan yang direncanakan. Ketika siswa tidak memiliki minat atau keinginan untuk semua kegiatan, pembelajaran tidak akan efektif.
Keempat, memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Kita tidak bisa mengabaikan teknologi yang berkembang pesat di masa sekarang ini. Setiap individu memiliki keterlibatan yang kuat dengan teknologi. Teknologi telah mengubah cara kita hidup dan melihat kenyataan, terutama dengan munculnya internet. Dapat dipahami bahwa internet memiliki tujuan tidak hanya untuk menghibur tetapi juga untuk memberikan banyak informasi yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk dalam proses pembelajaran.
Apalagi di saat pandemi seperti sekarang ini, di mana pembelajaran daring begitu intensif dilakukan. Sehingga pemanfaatan teknologi digital seharusnya lebih dimaksimalkan dalam pembelajaran. Ketakutan akan dampak buruk yang ditimbulkan oleh teknologi tidak bisa menjadi alasan untuk tidak memanfaatkan teknologi demi hasil belajar yang maksimal.
Saat ini, kita sangat membutuhkan teknologi dalam pembelajaran. Penggunaan teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna. Sumber utama belajar tidak lagi hanya dari guru. Tetapi dengan memanfaatkan teknologi, sumber belajar siswa menjadi lebih luas. Dapat mengakses informasi dari berbagai sumber manapun, belajar banyak hal dimanapun mereka berada. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi saat pandemi ini, di mana dengan pembelajaran daring siswa dituntut untuk belajar mandiri, tanpa harus bergantung pada materi yang disampaikan guru dengan memanfaatkan aplikasi digital seperti zoom meeting dan yang lainnya.
Oleh sebab itu, siswa yang mandiri dalam belajar Bahasa Inggris diyakini dapat memaksimalkan hasil belajar mereka. Meskipun berbagai kesulitan masih dirasakan dalam pelaksanaannya. Kemampuan dalam menerapkan strategi belajar seperti yang telah disebutkan, diharapkan dapat meningkatkan kemandirian siswa dalam belajar. Sehingga mampu menggunakan kapasitas mereka untuk belajar secara efektif.
Semoga para guru diberikan kemampuan dan kekuatan untuk memfasilitasi proses belajar mandiri ini. Sehingga strategi-strategi yang diperkenalkan ini akan efektif dalam pembelajaran dan menperoleh hasil belajar yang maksimal.
*Kandidat Doktor Pendidikan Bahasa Inggris UPI Bandung






