Minggu, 5 April 2026
Daerah  

Jalur Kebun Kopi Putus, Antrean Kendaraan Mengular

LONGSOR - Satu unit alat berat yang tengah melakukan pembersihan jalur kebun kopi yang tertimbun mayerial tanah longsor. Foto : Istimewa.

PALUEKSPRES, PARIMO – Jalur Trans Sulawesi Kebun Kopi atau jalur Toboli-Tawaeli, Rabu (15/9/2021) sekitar pukul 08.00 WITA putus karena tertimbun material tanah longsor. Akibatnya arus lalulintas dari arah Toboli Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menuju Palu dan sebaliknya terhambat.
Kasat Lantas melalui Kanit Dikyasa Satlantas Polres Parigi Moutong, Aipda Sabri mengatakan, akibat longsor di jalur kebun kopi, tepatnya di kilometer 17 dari arah Palu.
“Untuk jalur longsor itu masuk di wilayah Kabupaten Donggala, sekitar lima titik lokasi longsor, dan untuk percepatan kami dari Satlantas Polres Parimo memback up sesuai perintah Pak Kapolres,” kata Sabri saat dihubungi dari Parigi, Rabu (15/9/2021).
Akibat longsor kata dia, terjadi kemacetan dan antrean panjang sekitar 1.500 kendaraan, mulai dari arah Palu hingga di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
“Macet sekitar 1.500 kendaraan dan panjang antrean sampai di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Jadi mulai dari perbatasan itu antrean panjang, begitupun sebaliknya,” ujarnya.
Dengan demikian, pihaknya berupaya untuk membuka jalur satu arah guna mengurai kemacetan kendaraan di lokasi longsor. Tujuannya, agar kendaraan yang melintas di jalur itu tidak saling berpapasan.
“Kami buat sistem buka tutup, jadi kita lepas sekitar 20 kendaraan dari arah Palu, setelah itu kita tutup dan begitupun sebaliknya,” jelas Sabri.
Namun, sekitar pukul : 15.00 WITA hingga sore ini di lokasi longsor, anteran kendaraan masih padat. Sebab, masih banyak kendaraan yang melintas dari luar kota masuk di jalur kebun kopi.
Pihaknya berharap, pembersihan material longsor di jalur kebun kopi berjalan lancar. Sehingga, arus lalulintas kembali normal, dan kendaraan-kendaraan penumpang maupun barang bisa melewati kembali jalur tersebut.
Kemudian, pihaknya juga mengimbau kepada pengendara yang melintas di jalur itu agar selalu berhati-hati, mengingat di area tersebut banyak titik yang rawan terjadi longsor. Misalnya, bebatuan, pohon tumbang yang jatuh dari puncak gunung.
“Dan saat ini antrean cukup panjang, karena kita pakai satu jalur untuk mengurangi kemacetan. Kira-kira 2 kilometer antreannya,” ujarnya. (asw/palu ekspres)