Jumat, 18 September 2026
Opini  

World Without Agriculture (Dunia Tanpa Pertanian)

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh Muhd Nur Sangadji (muhdrezas@yahoo.com)

SAYA ingat satu ketika, saat diundang ceramah oleh mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako. Saya berkelakar sambil memperkenalkan diri sebagai petani. Saya bilang begini ; “No Farmers. No Agriculture. No Food. No Living”. Jadi, tanpa petani, kamu bisa apa ? Adik-adik mahasiswa kedokteran ini menyela. Tanpa fakultas kedokteran, tidak ada dokter. Tanpa dokter, siapa yang urus kesehatan orang ?

Saya bilang, (tetap dalam suasana berkelakar), masih ada dukter. Mereka balik tanya, apa itu dukter..? Saya jawab, dukun terlatih. Artinya, masih ada alternatif. Tapi dunia pertanian, tidak ada alternatifnya. Karena, kita tidak akan pernah bisa membuat makanan dari plastik. Tentu, sesuatu yang tidak mungkin.


Kelakar ini saya jadikan pembuka artikel ini. Untuk menandaskan bahwa tanpa pertanian, kehidupan berhenti. Beralasan untuk kuatir, karena baru-baru ini ada kabar resmi. Datang dari situs ofisial Bappenas RI. Dalam situs itu, ada rilis berita yang sangat menghebohkan dunia pertanian. Bappenas memprediksi, pada tahun 2063, tidak akan ada lagi petani di Indonesia. Ini mengejutkan, tapi pasti bukan tanpa alasan.

Apriori, saya pikir mereka berhipotesis berdasarkan angka presentasi alih usaha petani pada sektor usaha lainnya. Atau angka alih fungsi lahan pertanian ke lahan peruntukan lain. Tulisan ini tidak hendak mendebat angka-angka rasionya. Hanya, mengikuti logika dan menyoal akibatnya.

Pada tahun 1973 total petani Indonesia sebesar 65,40 persen. Pada tahun 1990 jumlah petani tinggal 28 persen. Jadi, bila trendnya linier maka diduga pada tahun 2063, tidak ada lagi petani. Logikanya sederhana saja. Membandingkan tahun dan presentasenya. Ditemukan angka 1,80 an persen per tahun petani kita beralih usaha. Maka, kita butuh waktu 28/1,8 sama dengan 33 tahun. Sekarang tahun 2021, maka 33 tahun kemudian adalah 2054. Indonesia tidak lagi punya petani. 9 tahun lebih cepat dari prediksi Bappenas.


Kita menyebutnya Patani. Di negara lain ada sejumlah istilah untuknya. Ada “peasant”, “farmer” dan “agriculturist”. Selain kosa kata Petani, ada diksi lain yang juga populer. Agribussinesman dan Pelaku Agro-Industri, kedua kosa kata terakhir apakah termasuk (kelompok yang boleh) disebut petani juga?.

Terlepas dari benar salahnya, kita bisa melihat dari sisi yang lain. Terdapat petani yang benar-benar bertani meski tidak memiliki lahan. Ada juga petani yang benar-benar bertani tapi lahannya sempit di bawah 0.2 Ha. Bahkan, ada juga petani yang ikut kerja bertani di lahan orang lain. Selain itu, ada yang benar-benar petani, mempunyai lahan di atas 0.2 Ha dan juga menjual hasil pertaniannya sendiri. Ada juga orang yang tinggal di desa, tidak bertani tetapi menjual hasil pertanian. Sebaliknya, ada orang tinggal di kota, tapi memodali orang desa bertani.

Apapun kategori dan status petani tersebut, mereka semua berkontribusi menyediakan pangan untuk kehidupan. Tanpa mereka, ketersediaan pangan tidak dapat menjangkau konsumen. Petani yang memproduksi dan pedagang atau distributor yang membagi, menjadi satu kesatuan yang sangat penting dalam analisis ekonomi. Yaitu, produksi, distribusi dan konsumsi.


Saat ini, dan atau bahkan sejak dahulu. Nasibnya para petani selalu tidak menentu. Didesak dari dalam maupun dari luar. Jumlah keturunan dan pembagian warisan lahan pertanian berlangsung alamiah. Rasio lahan perkapita mengecil dengan sendirinya. Lahan yang sudah kecil itu, dengan mudah dilepas untuk kebutuhan mendesak. Paling sering, saat menikahkan anak.

Mereka yang tetap bertahan boleh jadi terpaksa karena tidak ada alternatif lain. Itulah sebabnya, begitu ada peluang alih profesi secara instan. Langsung ditangkap. Terutama, tawaran dari sektor extraktif seperti pertambangan dan perkebunan skala besar. Mereka, tinggalkan profesi sebagai petani. Beralih profesi, bahkan untuk status sebagai satpam. Maka, beralasan bila Bappenas mengingatkan bahaya hilangnya profesi pertanian di Indonesia tahun 1963. Janganlah. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam