Sabtu, 8 Agustus 2026

KADET 1947, Film Sejarah yang Ringan Nan Memikat

KADET 1947

Oleh Jeri Wongiyanto, Pengamat Film

TIDAK semua film sejarah bisa menarik perhatian penonton. Film KADET 1947 adalah salah satu film yang menyedot dan menarik penonton ke bioskop. Sejak pertama tayang hingga hari ke 3, sudah ditonton hampir 50 ribu orang.

Karya sutradara Rahabi Mandra dan Winaldo Artaraya Swastia ini diproduksi Temata Studio bekerjasama dengan Legacy Pictures dan TNI Angkatan Udara. Berkisah tentang sekelompok pemuda kadet yang merupakan pelajar dan calon penerbang Angkatan Udara yang melakukan serangan udara pertama Indonesia ke markas Belanda pada tahun 1947. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi sejarah yang hampir terlupakan.

Saat itu, agresi Militer Belanda pertama terjadi setelah Belanda melanggar perjanjian dengan pemerintah Indonesia. Belanda melakukan serangan ke beberapa wilayah sekaligus menguasainya.
Para kadet terdiri dari Mulyono (Kevin Julio), Sigit (Bisma Karisma), Suharmoko (Omara Esteghlal), Saptoadji (Marthino Lio), di bawah perintah Kardi (Hardi Fadhillah). Selain itu ada tim teknisi yang membantu para Kadet, yakni Tardjo (Wafda Saifan), Kapoet (Fajar Nugra), dan Dul (Chicco Kurniawan).

Walau kerap dipandang sebelah mata dari para penerbang senior, para kadet ini justru tetap gigih menjalankan misi yang berbahaya dan tentu saja melanggar aturan. Mereka mencoba memperbaiki pesawat rusak, dan mengambil suku cadang dari pesawat yang telah jatuh tertembak. Jika pesawat berhasil diperbaiki, mereka berniat menyerang markas Belanda.

Apa yang dilakukan para kadet jelas-jelas tidak diperbolehkan, karena mereka berstatus masih pelajar, jangankan mengendarai pesawat tempur, memegang senjata saja tidak diperbolehkan.
Walau digarap dengan ringan, alur film ini mengalir dan enak dinikmati. Apalagi didukung dengan para pemain yang bermain bagus, juga komedi dalam dialog-dialognya bisa membuat penonton tersenyumdan tertawa. Sisipan antara Sigit dan kekasihnya Asih (Givina Lukita) cukup menawan hati.

Kekurangannya ada pada setting lokasi yang kurang sempurna dan spesial efek CGI yang terkesan masih kasar, namun secara keseluruhan film ini akan memikat hati penonton. Terutama adegan-adegan yang membangkitkan jiwa patriotisme disajikan mampu menguras emosi. Film ini wajib menjadi tontonan keluarga. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital