Kondisi tersebut membuat Shin Tae-yong mengirim surat resmi kepada federasi dan mengusulkan untuk membatalkan keikutsertaan Indonesia pada Piala AFF U-23. Permintaan Shin Tae-yong itu lantas direspons oleh PSSI.
Setelah melalui diskusi antara Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Waketum Iwan Budianto, Sekjen Yunus Nusi, Direktur Teknik Indra Sjafri, dan pelatih STY sendiri, akhirnya diputuskan untuk membatalkan keberangkatan Indonesia pada Piala AFF U-23.
STY sendiri dalam rilis PSSI, mengatakan berterima kasih kepada federasi karena telah mengerti dan memahami situasi yang terjadi dalam tubuh Tim U-23.
“Dengan sangat menyesal, kami harus membatalkan keikutsertaan Indonesia di Piala AFF U-23 karena alasan di atas,” ucap Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam siaran pers resmi.
“Kami meminta maaf kepada semua pihak karena situasi ini di luar kendali kami. Saat ini kami fokus untuk penyembuhan pemain yang terkena Covid-19 dan yang mengalami cedera,” ujar Yunus.
Yunus juga menyampaikan permintaan maaf kepada Kemenpora yang telah banyak membantu pemusatan latihan pemain. Selain itu, PSSI juga meminta maaf kepada penyelenggara turnamen, AFF, dan maskapai Garuda Indonesia yang rencananya akan menyediakan pesawat ke Kamboja.
Rencana semula, Timnas U-23 akan ke Kamboja dengan menumpang pesawat carter Jumat siang ini (11/2). Pesawat carter dipilih karena tidak setiap hari ada penerbangan menuju ke Phnom Penh, Kamboja.
Selain itu, faktor lain adalah terus mengganasnya varian omicron. Sehingga banyak maskapai penerbangan mengurangi dan memberhentikan sementara penerbangan ke Phnom Penh. (jawapos/pe)






