Kemudian untuk kegiatan ogoh-ogoh, sebelumnya memang tidak ada persiapan. Sebab, jauh sebelum perayaan Nyepi pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warganya.
“Saya sampaikan, kalau belum mendapat izin jangan dulu buat ogoh-ogoh. Supaya anggaran tidak terbuang sia-sia,” ujarnya.
Pura Agung Purnasadha Tolai sendiri tambahnya, mempunyai 10 adat penyungsung, sehingga disebut paling besar di Kabupaten Parigi Moutong dengan jumlah kurang lebih 700 kepala keluarga (KK).
“Maka semua kegiatan-kegiatan selalu menjadi tolak ukur. Jadi semua kegiatan di perayaan ini dilakukan pembatasan.” ujarnya.
Menurutnya, prosesi perayaan nyepi dimulai dengan upacara Melasti, yang bermakna membuang kotoran atau sifat negatif. Umat hindu melakukan upacara tersebut di laut sebagai tempat membuang hal buruk sambil berdoa memohon kekuatan dalam menjalankan Catur Brata Penyepian .(asw/PaluEkspres)






