Namun begitu, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sebelumnya, maupun Pemerintah saat ini.
“Meskipun dengan berbagai macam stigma yang keluar tentang daerah ini, kita tidak perlu lagi membahas itu lebih jauh. Tapi yang kita inginkan adalah perbaikan,” ucapnya.
Sekaitan hal itu kata Sayutin, tahun 2023 nanti merupakan momentum awal untuk pembenahan ibu kota Parigi. Sebab, anggaranya saat ini sedang dalam proses.
“Tahun ini sudah ada proses penganggaranya untuk pembenahan dalam kota,” ujarnya.
Kemudian, ia memastikan tahun 2023 juga, untuk pembenahan dalam kota Parigi akan dianggarkan lebih besar lagi.” Ke depannya lebih besar lagi kita anggarkan untuk pembenahan ibu Kota Kabupaten ini,” ucapnya.
Dia menambahkan, secara politik parlemen ini adalah mitra kerja pemerintah daerah selaku unsur penyelenggara. Oleh karena itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk tetap bersinergi dalam membangun Parigi Moutong.
“Jadi yang kita tawarkan adalah, bagaimana kita bersinergi untuk menyelesaikan persoalan yang belum selesai, demi Parigi Moutong kedepan yang lebih baik,” harapnya.
Kemudian, Parigi Moutong juga menjadi salah satu Kabupaten penyangga ekonomi di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, hal itu tentunya memerlukan sumber daya manusia untuk melakukan sebuah perencanaan.
“Jadi sumber daya manusia itu perlu, karena membuat perencanaan-perencanaan. Sehingga, sambil menunggu pembangunan IKN selesai, kita harus siapkan itu semua. Kerena kita punya potensi sumber daya alam yang luar biasa, sehingga ini yang kita dorong,” ujarnya. (asw/PaluEkspres)






