oleh

Menyiasati Perubahan Tidak Terlihat (3)

Dunia Birokrasi
Oleh Hasanuddin Atjo
Pemerintah pada hakekatnya memiliki tugas melayani dan mengaturmasyarakat seperti memfasilitasi, memberdayakan, membangun infrastruktur dasar, mengatur perizinan dan pengelolaan sumberdaya,  sampai kepada peran sebagai transformator. Dunia bisnis dan masyarakat menuntut pelayanan maupun pengaturan yang lebih cepat, murah, transparan dan terukur.

Teknologi informasi merupakan salah satu instrumen yang dapat mengakomodir tuntutan tersebut dan kini mulai dipergunakan oleh sejumlah Kepala Daerah di Indonesia guna meningkatkan kinerjanya.

Tempo Group telah melakukan  penilaian terhadap seluruh Kepala Daerah di Indonesia yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali (sebelumnya setiap tahun) dan telah menetapkan  10 (sepuluh)Kepala Daerah terbaik di Indonesiatahun 2017.

Kepala Daerah yang dinilai berprestasi dan dapat dijadikan tauladan , yaitu Walikota Bandung, Ridwan Kamil; Walikota Surabaya, Tri Rismaharani; Walikota Makkasar, Mohammad Ramdhan Pomanto; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas; Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah; Bupati Batang Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo; Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Tapin Kalimantan Selatan, Arifin Arfan; Bupati Kulonprogo DI Yokyakarta Hasto Wardoyo; dan Bupati Malinau Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padan.Salah satu “selling point” atau kata Kunci yang menyebabkan  Kepala Daerah tersebut terpilih adalah pemanfaatan teknologi  informasi secara massif dalam rangka melaksanakan tugas pelayanan dan pengaturan.
Ridwan Kamil, Walikota Bandung untuk memudahkan pelayanan Izin Usaha UMKM, kewenangan didelegasikan ke Pemerintahan  Kelurahan dengan aplikasi digital online. Kelurahan cukup mendapat persetejuan (aotorisasi) dari camat melalui aplikasi online.

Dengan cara seperti maksimal 4 jam Izin usaha telah selesai dan manfaat lainnya secara cepat UMKM yang tercatat by name by adres bertambah jumlahnya. Contoh lainnya adalah dalam rangka relokasi warga sang Walikota cukup membangun komunikasi dengan warga melalui media sosial (whatsApp, WA Group).

Dengan cara seperti ini maka kesepakatan relokasi dengan cepat dapat disepakati untuk selanjutnya diformalkan. Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi telah menetapkan sektor Pariwisata sebagai salah satu lokomotif ekonomi, karena itu di setiap desa dibangun infrastruktur terkait dengan teknologi informasi kemudian aparat desa dan warga dilatih menggunakan teknologi informasi itu untuk selanjutnya dipergunakan dalam rangka pengembangan Pariwisata dan terbukti telah memberikan manfaat signifikant terhadap perkembangan ekonomi masyarakat.

Lain halnya dengan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah telah memanfaatkan teknologi informasi untuk pelayanan kesehatan dan laporan kebakaran secara cepat.  Adanya informasi melalui sistem digital online, maka secara cepat kendaraan ambulans menjemput pasien dan tiba di rumah sakit segera mendapat pelayanan oleh tim medis.

Bersambung…

Hasanuddin Atjo merupakan Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia(MAI)

News Feed