Senin, 10 Agustus 2026

Apapun Alasan Radikalisasi Agama Tak Dibenarkan

 

DONGGALA,PE-Perbedaan adalah rahmat, dan perbedaan tidak mesti harus bersatu namun bisa berdampingan. Begitulah yang diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Donggala, Abdulah Yahya Simena sebagai salah satu pemateri dalam dialog kebangsaan yang digelar Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Donggala,

Jumat sore 28 Agustus 2015, di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Donggala.
Saling  keterbukaan kata Yahya Simena adalah kunci kehidupan umat beragama yang harmonis. Karena itu kata dia, tak perlu harus memperdebatkan perbedaan yang sifatnya adalah rahmat dan sunnatullah. “Dan kita perlu objektif dalam menanggapi setiap isu yang sifatnya SARA dan harus mengkaji sebelum melakukan suatu tindakan yang dapat mengancam kerukunanan antar umat beragama,” pesannya.

Mendukung pernyataan Ketua FKUB Donggala, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Donggala, Tafif mengajak masyarakat Donggala sebagai bagian dari bangsa Indonesia agar berani berkorban untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu kata dia harus diwujudnyatakan dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan demi keamanan dan ketenteraman. Rasa persaudaraan yang tinggi kata Tafif akan mematahkan segala perbedaan yang ada sebagai kenyataan.

“Kalau kita bisa jaga ini, niscaya keamanan dan ketenteraman akan tercipta, di Donggala khususnya dan Indonesia umumnya,“ ujar dia.

Sementara, Ketua MUI Donggala, Moh Soleh Sangaji menguatkan pernyataan dua narasumber sebelumnya menegaskan komunikasi dan konsultasi sangat diperlukan dalam menjalin kerukunan antar umat beragama.

Alasannya, kata Soleh Sangaji, komunikasi adalah kunci dari segala urusan umat manusia. Kesalahan komunikasi menyebabkan sesuatu yang fatal. Komunikasi menjadi sarana meredam perpecahan karena perbedaan. “Karena kesalahan informasi yang terjadi dapat membuat suatu riak atau bahkan konfilik antar warga hanya karena salah mentranformasi suatu informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar dia.

Sementara, salah satu tokoh agama di Donggala, Abdul Muluk Lanonci, LC, menilai bahwa Kekerasan bukan tawaran yang bijak untuk menyikapi setiap polarisasi gerakan radikalisme agama. Setiap agama kata dia memiliki kerangka pemikiran yang beragam untuk mewujudkan perdamaian dunia. Karenanya apapun bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama harus ditolak.

Sikap ini direspons positif, Kepala Kamenag Donggala, Tafif yang sangat berharap agar setiap pribadi yang mengaku sebagai bangsa Indonesia memiliki pola pikir yang moderat tentang arti satu bangsa dalam keberagaman. Dia pun mengapresiasi Pospera yang kata dia sudah mewadahi sebuah gerakan perubahan yang dapat mengkomunikasikan dan dapat mentransformasi cita cita bangsa yang beraneka ragam.

Menyimpulkan pernyataan para narasumber, Ketua Pospera Donggala, Edy Zahmin SFil, menegaskan tidak ada alasan melakukan tindakan radikalisasi agama atas dasar apapun. Agama bukan perangkat hokum kata dia. “Jadi, bila ada insiden apapun yang bersifat sentimental SARA, biarlah diselesaikan sesuai hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini. Itu lebih bijak. Jangan bawa-bawa agama di dalamnya,” tegas dia. (mrs)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization