Mengapa Calistung Dihapus Sebagai Syarat Masuk SD oleh Mendikbudristek
Nadiem?

  • Whatsapp
Mengapa Calistung Dihapus Sebagai Syarat Masuk SD oleh Mendikbudristek Nadiem?
Mengapa Calistung Dihapus Sebagai Syarat Masuk SD oleh Mendikbudristek Nadiem? Anak-anak juga harus melatih otot motorik, emosi selain mengajarkan tentang kognitifnya semata/ foto ilustrasi: sigmund-unsplash

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Budaya dan Ristek telah menghapus syarat untuk masuk SD dengan mengikuti tes Calistung atau baca, tulis, hitung bagi anak-anak. Mengapa Calistung dihapus sebagai syarat masuk SD oleh Mendikbudristek Nadiem?

Penghapusan tes calistung sebagai syarat masuk SD ini akan berlaku mulai tahun ajaran baru 2023/2024 nanti.

Lalu, mengapa Calistung dihapus sebagai syarat masuk SD oleh Mendikbudristek Nadiem? Sebab menurutnya ada banyak hal yang harus dikembangkan di masa emas usia anak-anak tidak hanya dengan membaca tulis dan hitung.

Tetapi juga mengasah kemampuan peserta didik yang mencakup emosi, kemandirian, hingga kemampuan berinteraksi itu juga penting di usia emas anak-anak PAUD.

Padahal selama ini kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD masih sangat berfokus pada calistung.

Karena itu, dikutip dari INews, dalam program Merdeka Belajar Episode ke-24 merilis kebijakan penghapusan Calistung. Baginya, masa transisi PAUD ke SD/ MI/ sederajat harus menyenangkan.

Alasan Mendikbudristek Nadiem Hapus Tes Calistung

Nadiem mengatakan, ada miskonsepsi tentang tes calistung terjadi di masyarakat yang membuat anak yang hendak masuk SD harus bisa calistung.

Miskonsepsi itu dikhawatirkan menyebabkan anak-anak tidak mendapatkan akses pendidikan yang merata karena tidak lolos tes calistung.

“Poinnya adalah ada miskonsepsi bahwa hanya calistung itu yang terpenting dan cara ngajarin calistungnya Itu juga salah,” kata Nadiem seperti dikutip dari Kompas.com.

“Kenapa salah, karena ini menjadi suatu metode yang mengasosiasikan anak-anak PAUD kita, mengasosiasikan sekolah menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan,” ujar Nadiem.

Nadiem menegaskan bahwa pendidikan bagi anak PAUD seharusnya tidak hanya mengedepankan calistung.

Ada empat fokus pembelajaran pada Anak-anak PAUD menuju jenjang sekolah dasar menurut mendikbudristek Nadiem.

Dilansir dari Kompas.com berikut ini empat fokus pembelajaran PAUD tersebut:

  1. Pembelajaran PAUD dan SD berkesinambungan

Menurut Nadiem, transisi PAUD ke SD perlu berjalan dengan mulus. Artinya, proses pembelajaran kedua lembaga pendidikan ini harus berkesinambungan.

  1. Pemenuhan kemampuan fondasi holistik

Sementara itu, setiap anak juga harus mendapatkan kemampuan fondasi yang holistik, tidak hanya mengenai kemampuan kognitif saja. Namun ada juga kemampuan holistik meliputi emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan sebagainya.

Pos terkait