Jumat, 18 September 2026

Masalah Serius Soal “Lompat Jendela”

Sulawesi Tengah Diharap Berbenah
Sulawesi Tengah Diharap Berbenah. Dr Hasanuddin Atjo/ Foto: istimewa

Oleh Hasanuddin Atjo

“Lompat Jendela”, dan bisa dimaknai proses memperoleh sesuatu minim pertimbangan standar semestinya, seperti knowledge, skill dan attitude. Boleh dibilang hal ini telah menjadi kebiasaan yang mengarah sebagai budaya dinegeri berkode komunikasi seluler + 62 ini.

Baca juga : Gagasan Hasanuddin Atjo Menuju Indonesia Emas 2045

Fenomena ini terlihat pada sejumlah proses.Seperti diangkat jadi pegawai, pengisian jabatan eselon. Lebih parah lagi sudah menular ke lembaga penyelenggra pendidikan dihampir semua tingkatan. Ini bisa diindikasikan semakin banyak pimpinan perguruan tinggi yang berhadapan dengan kasus hukum.

Padahal lembaga yang notabenenya sebagai “pabrik SDM” ini, diharapkan mampu melahirkan SDM yang berdaya saing guna memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah seperti produksi di sektor pangan, energi dan tambang serta pariwisata.

Karena itu wajar saja kalau nilai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita di negeri ini sulit naik, bertengger pada angka 4 ribuan US dolar, tertinggal dari negara tetangga. Muaranya angka kemiskinan, pengangguran dan angka stunting negeri ini tergolong tinggi.

Tak hanya di situ. Dalam proses penyelenggaraan negara terkait hajat hidup orang banyak juga terimbas oleh budaya itu. Menang tender pada proyek pemerintah, tawar menawar membayar pajak, praktek kriminalisasi dan mafia kasus, juga ikut meramaikan budaya lompat jendela itu.

Perangkat Desa tidak mau tertinggal dengan budaya lompat jendela. Sudah banyak kepala desa yang berhadapan dengan hukum, karena terlibat dalam menyelewengkan bantuan dana desa yang lumayan besarnya antara Rp1 dan 1,5 milyar rupiah dan trendnya makin lama makin masif.

Penyelenggaraan pesta demokrasi di negeri ini seperti Pileg, Pilpres, Pilkada serta Pilkades, dinilai ikut “memupuk” tumbuh dan suburnya budaya lompat jendela itu . Mengembalikan modal dan utang balas budi menjadi alasan utama pemenang kontestasi, ketika ditanyakan tentang maraknya budaya itu. Tidak heran banyak kepala daerah dan anggota legislatif ikut terseret pelanggaran hukum.

Ditengarai sejumlah kalangan, bahwa attitude, perilaku SDM menjadi salah satu biang kerok terhadap makin subur dam masifnya praktek budaya lompat jendela itu. Ini bisa terjadi karena ada kesepahaman dan kesepakatan antara subjek dan objek dengan syarat tertentu yang tidak tertulis, dan terlihat semakin menjadi jadi. Kompetensi bukan lagi menjadi bahan pertimbangan utama.

Jika sudah seperti itu, maka bagaimana strategi budaya lompat jendela tersebut bisa dikikis. Dan ini bukanlah perkara mudah, karena kondisinya sudah cukup parah terstruktur, sistematis, dan masif dari pusat hingga pemerintahan paling depan, yaitu Desa.

Membangun komitmen untuk mengikis budaya “lompat jendela” menjadi poin penting. Komitmen yang ditunjukkan oleh penyelenggara negara dalam hal penegakan hukum mulai ada perbaikan namun masih perlu ditingkatkan karena masih banyak kelemahan yang tersisa.

Peran masyarkat sebagai sosial kontrol melalui media sosial juga makin berani dan harus diarahkan dan didukung agar penyelenggara negara juga semakin ber hati hati dalam menjalankan tupoksinya.

Terkuaknya sejumlah penyimpangan oleh penyelenggara negara yang telah berlangsung lama,itu karena kontribusi masyarakat melalui medsos kemudian direspon oleh penegak hukum.
Jangka panjang, pembenahan sistem pendidikan mulai tingkat dasar hingga tinggi menjadi poin yang tidak kalah pentingnya. Karena di sinilah dasar dari pembentukan attitude, knowledge dan skill yang harus dibangun dan dibentuk secara berimbang agar bisa melahirkan SDM yang berdaya saing.

Pembenahan sistem pendidikan telah dilakukan Negara Mauritius-Afrika. Tagline yang terpampang di pintu pintu gerbang kampus “Untuk hancurkan sebuah bangsa tidak perlu dengan bom atom, atau roket jarak jauh. Cukup merendahkan kualitas pendidikan, dan membiarkan pelajar berbuat curang. Sehingga …..*. Maknanya mendasar dan sangat dalam.

Mauritius merupakan negara kecil di benua Afrika yang memiliki potensi SDA pertanian dan pariwisata. Tidak memiliki potensi tambang maupun energi seperti Indonesia. Pendidikan bagi masyarakat digratiskan dan demikian pula untuk kesehatan. Saat ini PDB Perkapita Mauritius sekitar 19 ribuan US dolar dibanding Indonesia 4 ribuan US Dolar.

Indonesia juga menerapkan hal yang hampir sama yaitu gratis pendidikan hingga pendidikan menengah. Dan membayarkan dana BPJS untuk kesehatan bagi masyarakat yang dinilai tidak mampu. Hanya saja dalam prakteknya masih ditemukan banyak praktek yang lompat jendela.

Terakhir pembenahan pendidikan dan perbaikan attitude yang diikuti dengan penegakan hukum menjadi critical point bagi negeri +62 ini bila ingin menjadi negara denga PDB perkapita di tahun 2045 sebesar 23 ribuan US dolar. Sektor pangan dan pariwisata harus didorong sama kuat dengan sektor tambang dan energi. Semoga *

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam