Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Ketika Reputasi Menjadi Kebutuhan (1)

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo

Oleh Hasanuddin Atjo

REPUTASI adalah predikat baik  atau positif  yang disandang seseorang atas penilaian orang lain terhadap kinerjanya atau prestasinya, apakah seorang tokoh,aparat, birokrat, politisi, akademisi, pelaku usaha,  bahkan sampai siswa atau mahasiswa.

Jim Collins, seorang penulis buku terkenal kelahiran 1958 di Colorado, Amerika Serikat  memberikan arti yang lebih rinci bahwa reputasi adalah integrasi dari bidang yang ditekuni seseorang, bidang tersebut terbaik bagi yang bersangkutan, dan bidang itu telah memberikan manfaat.

Pengertian ini selanjutnya dapat dimaknai bahwa reputasi lebih berhubungan dengan keahlian seseorang.Untuk menjadi ahli, maka seseorang harus memiliki dua modal dasar yaitu kompetensi dan karya nyata.

Kompetensi merupakan integrasi dari pengetahuan, ketrampilan dan attitude atau perilaku yang dimiliki seseorang. Sedangkan karya nyata adalah buah dari kerja keras seseorang karena kompetensinya yang dikerjakan secara berulang dan memberikan manfaat.

Mengapa Perlu Reputasi?

Di era globalisasi dan digitalisasi reputasi menjadi salah satu syarat untuk memenangkan persaingan. Lahirnya taxi aplikasi digital online seperti Grab, Uber dengan cepat menggeser popularitas Taksi konvensional seperti Blue Bird dan Ekspress karena reputasinya yang lebih murah, cepat dan terukur.

Membludaknya pasien seorang dokter praktek  atau tingginya pilihan  seorang dosen menjadi pembimbing mahasiswa semuanya tidak lepas dari reputasi yang mereka miliki.

Sang dokter berhasil membuat pasiennya banyak yang sembuh, sehingga mendapat gelar “bertangan dingin”. Demikian juga sang dosen pembimbing yang kemudian terkenal “piawai”melahirkan mahasiswa berkualitas karena bimbingannya.

Terpilihnya kembali seorang anggota legislatif atau seorang kepala daerah untuk periode kedua kalinya disebabkan oleh reputasinya karena mampu merealisasikan sebahagian besar visi-misinya yang pernah dijanjikan kepada masyarakat pada saat kampanye.

Lelang terbuka dalam pengadaan barang dan jasa melalui aplikasi digital online dengan mudah dan cepat  menentukan pemenangnya lagi lagi karena reputasi.

Sebaliknya peserta lelang yang pernah punya reputasi jelek  dalam pekerjaan sebelumnyadi tempat lain dengan mudah ditemukan kesalahan itu kemudian menggugurkannya.

Seorang calon debitur bank (pemohon kredit) dengan mudah memperoleh pinjaman juga karena reputasinya.

Namun bila hasil cross chek oleh bank Central menggunakan aplikasi digital ditemukan sang calon debitur ada kesalahan kecil misalnya lalai membayar iuran administrasi kartu kredit sebuah bank meskipun tidak pernah dipergunakan, maka yang bersangkutan dipertimbangkan untuk tidak diberikan pinjaman.

Dari rangkaian contoh yang telah disebutkan menunjukkan betapa pentingnya sebuah reputasi. Dan reputasi kini telah menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka memenangkan persaingan.

(bersambung)

Hasanuddin Atjo merupakan Kadis Kelautan Perikanan Sulteng

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital