Minggu, 5 April 2026

Bawaslu Sulteng: Partisipasi Masyarakat Mengawal Pemilu hingga Tuntas Masih Rendah

Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kepada Media Lokal Provinsi Sulteng, Selasa (21/11/2023) di Best Western Coco Palu. Foto: Istimewa

Palu, PaluEkspres.com – Partisipasi aktif masyarakat mengawasi pelaksanaan setiap tahapan pada Pemilu 2024 ini sangat dibutuhkan.  

“Inilah yang kami (Bawaslu) sangat harapkan, partisipasi kita semua dalam rangka mengawal proses penyelenggaraan Pemilu tahun 2024,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Nasrun saat mengawali sambutannya pada pembukaan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kepada Media Lokal Provinsi Sulteng, Selasa (21/11/2023) di Best Western Coco Palu.

Nasrun pada sosialisasi yang mengundang para perwakilan media cetak, elektronik, serta media online tersebut, menjelaskan alasannya mengapa sehingga Bawaslu sangat berkepentingan dengan peran partisipatif masyarakat mengawal proses pelaksanaan Pemilu 2024.

Merujuk pada data yang ada katanya, tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya pada setiap pelaksanaan pemilu itu sangat tinggi. Namun sebaliknya, tingkat partisipasi masyarakat mengawal proses pemilu hingga di penghujung tahapan pelaksanaan yaitu, pelantikan para calon terpilih, itu sangat rendah.

“Makanya ini yang kami harapkan tingkat partisipasi masyarakat mengawal proses tahapan pemilu bisa terdongkrak dengan melibatkan media lokal,” ujarnya.

Nasrun menyentil teori Kolaborasi dengan mengaitkan peran partisipatif masyarakat mengawal pemilu. Menurutnya, partisipasi masyarakat itu harus ada kolaborasi dari 5 unsur.

Pertama, unsur pemerintah baik itu dari pemerintah daerah maupun kepolisian dan TNI. “Unsur kepolisian dan TNI dalam rangka pengamanan, sedangkan pemerintah daerah dalam rangka penyiapan anggaran,” ujarnya.

Kedua, partisipasi aktif dari perguruan tinggi, baik itu dari mahasiswa maupun dari akademisi. “Ini juga penting dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat berupa informasi-informasi yang menyejukkan sehingga pemilu dilaksanakan dengan riang gembira,” ujarnya.

Ketiga, partisipasi dari kelompok-kelompok masyarakat untuk menjadi simpul-simpul sekaligus menjadi telinga dan mata Bawaslu mengawasi proses penyelenggaraan pemilu.

Keempat, partisipasi aktif dari media untuk mengawal proses penyelenggaran pemilu. “Makanya  kami minta kepada teman- teman media untuk secara berkesinambungan mengawasi seluruh proses penyelenggaran pemilu, tak terkecuali kepada penyelenggara pemilu,” imbuhnya.

Kelima, partisipasi aktif dari rekan-rekan yang berada di luar pemerintahan. Selama ini, netralitas ASN yang selalu menjadi sorotan. Namun netralitas dari pihak swasta luput dari sorotan.

Belajar dari pengalaman Pilkada 2020 di Kabupaten Morowali yang berujung PSU lanjutnya, itu akibat dari minimnya keterlibatan para karyawan di perusahaan industri. Sehingga, para karyawan harus diberi ruang untuk memilih dengan memberi hari libur untuk digunakan menyalurkan hak pilihnya.    

“Kami mengharapkan kolaborasi aktif kita semua untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024,” imbuhnya.

Usai Ketua Bawaslu Sulteng, Nasrun, menyampaikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kepada Media Lokal Provinsi Sulteng, dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dua narasumber dihadirkan pada kegiatan ini, yaitu ketua Bawaslu Sulteng sendiri serta Ketua KPID Sulteng Indra Yosvidar. (bid/paluekspres)