oleh

Demokrat Gelar HUT Bersama Pemulung di Kawatuna

 

PALU, PE – Demokrat menegaskan dirinya sebagai partai yang dekat dengan rakyat. Memeringati HUT ke 14 partai berlambang mercy itu, menggelar upacara HUT di Kelurahan Kawatuna bersama pemulung dan warga Kawatuna serta tokoh masyarakat setempat. Bersamaan dengan itu, pengurus Partai Demokrat Sulteng juga membagikan sembako kepada dua ratusan warga plus bantuan sebesar Rp3 juta kepada pemulung.

Bertindak sebagai inspektur upacara anggota DPRD Sulteng Henry Kawulur sedangkan komandan upacara dari pemuda demokrat. Upacara yang berlangsung di halaman kantor Kelurahan Kawatuna diikuti seratusan warga dan berlangsung khidmat. Dalam amanat upacara itu, Henry tidak membacakan amanat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun anggota fraksi Demokrat DPRD Sulteng itu, mengingatkan komitmen pendiri Demokrat SBY, agar kader partai  tetap di tengah –tengah rakyat, mendengar, memahami dan memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi.

Henry juga menyinggung posisi politik fraksi Demokrat di DPRD untuk tetap mendukung program pemerintah sepanjang program itu  pro rakyat. ‘’Instruksi dari Ketum, agar berupaya sekuat tenaga memulihkan ekonomi di daerah masing-masing bansos bagi rakyat miskin  diprioritaskan,” kata Henry menirukan ucapan Ketua Umum SBY.

Posisi politik Demokrat ungkap Henry dengan menjadi penyeimbang akan jauh lebih independen. Artinya jika memang ada keputusan dan kebijakan pemerintah yang tepat maka harus didukung. ‘’Kita lebih indipenden, kalau kebijakan pemerintah benar kita dukung. Kalau sebaliknya kita bisa mengkritisinya, tetapi dengan solusi dan rekomendasi karena kita bukan koalisi yang bergabung kepada pemerintah,” jelasnya.

Usai upacara, pengurus dan kader Demokrat memotong tumpeng selamatan. Tumpeng pertama diberikan kepada calon walikota Palu Habsa Yantie Ponulele kandidat yang diusung Demokrat. Menandai usia ke 14, Demokrat membagikan 100 lebih dos supermi kepada warga dan uang Rp3 juta dua kelompok pemulung. Uang itu untuk dibelikan peralatan untuk memilah sampah.

Menurut Plt Demokrat Kota Palu Lucy Shanti, dari aspek biologis usia 14 tahun masih terlalu muda. Namun demikian dalam usia yang muda itu bukan berarti Demokrat tidak bisa berkontribusi terhadap masyarakat. Melalui wakil wakilnya di parlemen dan kader kadernya bupati dan walikota yang memimpin daerah membuktikan bahwa Demokrat dalam usia yang muda itu sudah berkontribusi terhadap bangsa dan negara. (kia)

News Feed