oleh

Pangdam: yang Bikin Onar Kami Sikat

 

Ribuan Personel TNI Disebar di Hutan
PALU, PE – TNI tampaknya tidak  main-main mengamankan hajatan akbar Sail Tomini 2015. Ini terlihat dari sebaran pasukan korps baju loreng yang ditempatkan hingga radius 5 kilometer dari venue utama Sail Tomini di Pantai Kayubura – Desa Pelawa Baru, Parigi Tengah.

Sebagian besar kekuatan TNI di bawah teritori Daerah Militer VII Wirabuana, terkosentrasi penuh mengamankan hajatan nasional yang dihadiri ratusan tamu VVIP. Mulai dari Presiden dan Ibu Negara, menteri dan para pengusaha serta sekitar 47 duta besar negara sahabat, akan hadir pada puncak acara 19 September mendatang. Karena itu, tentara mengerahkan kekuatan penuh dari tiga matra, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Darat plus Polri serta Pol PP hingga ormas dan OKP turut ambil bagian.

Melihat pengamanan yang super maksimum, Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI Bahtiar mengaku sudah sangat siap mengamankan tidak saja jalannya acara tetapi juga mengamankan para tamu VVIP.  Bahkan lanjut Panglima, TNI jauh jauh hari telah menyebar personelnya di kawasan  hutan dan bebukitan dalam radius 5 kilometer dari pantai Kayubura.  ”Kami tetap siaga. Jika ada yang menganggu acara ini kami  sikat. Kami yakin   tidak akan ada gangguan keamananan baik pra  maupun pada acara puncak,” jamin jenderal bintang dua ini.

Menjawab pertanyaan wartawan, soal pembunuhan tiga warga Parimo, sebagai dari teror, Pangdam enggan berspekulasi.   Pihaknya belum bisa memastikan apakah itu gangguan keamanan yang mengancam acara Sail Tomini atau bukan. Peristiwa  tersebut masih dalam penanganan Kepolisian. ”Kita belum bisa ambil kesimpulan soal itu. Ini masih dalam penyelidikan Kepolisian,” ungkap Pangdam. Walau demikian, untuk meminimalkan risiko gangguan keamanan, saat ini puluhan ribu tentara telah disebar di bebukitan yang membentang di sekitar tempat acara.

Pada ribuan pengunjung yang memasuki kawasan tempat Presiden dan para duta besar berada akan digeledah. Untuk kepentingan ini, pihaknya aku Pangdam mendatangkan sejumlah alat detektor dari Makasar.

Di tempat yang sama, Wakapolres Parigi Moutong Kompol Aries mengatakan, 370 personel di Polres Parimo kini diterjunkan secara penuh mengamankan hajatan ini. Jumlah ini belum termasuk BKO dari Polda Sulteng yang jumlahnya belum diketahui.

Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu berharap  masyarakat khususnya di wilayah bagian Selatan Parigi, tetap menjaga keamanan dan tidak mudah terprovokasi. (ady)

News Feed