Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Gubernur Dukung Penertiban Penambang Liar di Poboya

PALU, PE – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mendukung pelaksanaan penertiban terhadap Penambang Tanpa Izin (Peti) di Poboya, Palu. Selain melanggar hukum, aktivitas Peti telah merusak lingkungan bahkan hingga ke Teluk Palu.

Dukungan Gubernur ini disampaikan dalam diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Perhutanan Sosial di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (14/2).

Diskusi yang dimoderatori Penasihat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Chalid Muhammad ini dihadiri pelbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, perusahaan swasta dan aktivis lingkungan.

Menurut Gubernur, seluruh aktivitas pertambangan di Poboya, termasuk di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) adalah ilegal. “Hanya PT Citra Palu Minerals (CPM), satu-satunya perusahaan yang memiliki izin aktivitas pertambangan melalui Kontrak Karya,” tegas Gubernur.

Untuk itu, Gubernur mendukung penertiban terhadap seluruk pelaku Peti di Poboya, baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun perusahaan tambang ilegal. Gubernur membantah informasi adanya perusahaan tambang ilegal yang disebut sebagai kontraktor PT CPM.

“Tidak ada itu kontraktor CPM. Kalau ada kami tahu karena mereka pasti melaporkan hal itu,” tekan Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, staf Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Tyas menyampaikan, terhadap kerusahakan lingkungan akibat aktivitas Peti, bila terjadi di dalam lokasi Kontrak Karya PT CPM, maka menjadi kewajiban bagi PT CPM untuk melakukan rehabilitas lahan.
“Ya, kalau tak mau melakukannya, CPM bisa melepaskan areal tersebut dari penguasaannya,” jelas Tyas.

Menurut Tyas, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian LHK dan PT CPM untuk melakukan rehabilitasi lahan di areal yang rusak karena aktivitas Peti.

Selain aktivitas Peti di Poboya, wacana perhutanan sosial menjadi pokok pembicaraan dalam FGD tersebut. Perhutanan  sosial dinilai dapat menjadi penyelesaian terhadap masalah aktivitas pertambangan ilegal d kawasan Tahura Poboya.

(aa/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital