Senin, 10 Agustus 2026
News, Opini  

Ketika Ibadah Telah Sempurna, Sehat, dan Mabrur: Renungan di Tengah Derai Air Mata Tanah Suci

Oleh: Prof. dr. Taruna Ikrar M.Biomed Ph.D
(Anggota Amirull Hajj 2025 / Kepala BPOM RI)

MADINAH, PALUEKSPRES.COM – Di bawah langit Tanah Haram yang agung, jutaan jiwa berlabuh pada satu cinta: Allah. Mereka datang dengan niat suci, membalut tubuh dengan kain ihram yang putih, dan membiarkan hati hanyut dalam talbiyah yang menggema hingga ke langit.

Namun tidak semua kembali pulang. Tidak semua menyelesaikan rukun itu hingga akhir hayat di tanah air. Ada yang kembali dalam keheningan peti jenazah. Ada yang mengakhiri hidupnya justru di tempat paling mulia. Bukan di pelukan keluarga, tetapi dalam pelukan Tanah Suci.

Indonesia, tahun ini, kembali menjadi negara dengan angka kematian jemaah haji tertinggi di dunia. Angka yang tak hanya menyedihkan—tetapi juga menyentak nurani. Karena di balik statistik itu, tersimpan isak keluarga yang menanti tanpa pelukan, dan doa-doa yang berubah menjadi air mata.

Wafat di Tanah Suci: Antara Takdir dan Tanggung Jawab

Benar adanya, wafat di Tanah Suci adalah impian banyak hamba. Ia kemuliaan. Ia husnul khatimah. Namun ketika jumlahnya begitu besar, dan mayoritas adalah lansia yang membawa beban komorbid, maka ini bukan sekadar takdir—ini adalah panggilan untuk lebih bertanggung jawab.

Ibadah haji bukan hanya perjalanan ruhani. Ia juga perjalanan tubuh yang melelahkan, menguji kekuatan jantung, paru-paru, kaki, bahkan pikiran. Tanpa kesiapan fisik, haji bisa menjadi akhir yang indah—tetapi juga terlalu cepat.

Ya Allah…
Ampunilah kami bila belum cukup menjaga mereka yang Engkau titipkan kepada kami.
Bila kami lebih sibuk menghitung kuota, daripada menyiapkan ketahanan mereka.
Bila kami lalai membekali mereka dengan ilmu dan stamina, hanya karena mereka telah lansia.

Kesehatan: Bukan Sekadar Medis, Tapi Ibadah

Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim)

Ini bukan hanya soal otot dan nafas. Tapi juga tentang kesiapan menjalani ibadah hingga paripurna. Karena Allah mencintai kekuatan yang digunakan untuk-Nya. Kesehatan bukan cuma fasilitas medis—ia adalah syarat kecintaan, jalan menuju mabrur yang utuh.

Persiapan fisik dan mental adalah bagian dari niat suci. Melatih tubuh sebelum berangkat, menjaga stamina selama berhaji, adalah bagian dari ketaatan. Dan setiap ketaatan adalah ibadah.

Tak Semua Pulang, Tapi Semua Punya Hak untuk Dijaga

Mereka berangkat dengan senyum dan salam. Tapi yang kembali hanya nama yang dibacakan di daftar wafat. Hanya foto yang dibingkai duka. Hanya air mata yang jatuh dalam diam.

Berapa banyak anak yang menanti ayahnya pulang membawa kisah Makkah, namun justru menerima jenazah?
Berapa banyak istri yang menyiapkan pelukannya, tapi hanya bisa menabur bunga di nisan?

Sudah saatnya kita menata ulang prioritas. Bahwa haji bukan hanya soal birokrasi, kuota, atau fasilitas. Tapi soal jiwa-jiwa yang titipannya agung di sisi Allah. Mereka berhak untuk disiapkan. Disayangi. Dilindungi. Bukan hanya di tanah suci—tapi sejak langkah pertama persiapan di tanah air.

Doa yang Menjadi Janji

Di sela air mata Tanah Haram, mari kita rendahkan hati:
Bahwa setiap jiwa yang berangkat adalah amanah, bukan sekadar nama di paspor.Bahwa setiap kematian di Tanah Suci adalah pengingat: masih banyak yang harus kita benahi.

Ya Allah…
Muliakan hamba-hamba-Mu yang Engkau panggil di tempat suci-Mu.
Jadikan kematian mereka sebagai syahid, dan bukakan pintu surga tanpa hisab.Dan untuk kami yang ditinggal—sadarkan kami bahwa menjaga mereka bukan sekadar tugas… tapi ibadah yang Kau titipkan.

Bimbing kami agar tak hanya mengantarkan jemaah dengan seremonial,
tapi dengan cinta, kesiapan, dan keikhlasan.
Agar setiap jemaah yang berangkat bukan hanya berniat mabrur,
tetapi pulang dalam keadaan sehat, selamat, dan diridhai-Mu.

Catatan kecil haji 2025 secara umum sudah sangat sukses terima kasih atas kerja tulus semua petugas haji dengan semua stake holder kementerian agama , tulisan ini ditulis dengan air mata yang tak kasat mata—namun terasa di dada.

Sebagai bentuk refleksi dan tangisan hati, agar haji tak hanya menjadi ritual besar…tetapi jalan selamat menuju cinta Allah, dengan tubuh yang kuat, dan jiwa yang siap menyambut panggilan suci.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization