oleh

Pemkot Palu Ajukan Perpanjangan Penyaluran Dana Stimulan

PALU EKSPRES, PALU- Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengajukan permohonan perpanjangan penyaluran dana stimulan perbaikan rumah rusak.
Pengajuan disampaikan langsung Sekretaris Kota (Sekkot) Palu H Asri bersama Kepala Pelaksana BPBD Palu, Singgih B Prasetyo, Kamis (26/11/2020) di gedung graha BNPB RI.
Rombongan Sekkot Palu diterima Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB RI, H Ali Bernadus.
Agenda utama pertemuan adalah menyampaikan data perpanjangan proses Penyaluran Dana Stimulan Tahap II tahun 2020-2021.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD kota Palu, Muhammad Issa Sunusi, menjelaskan, sejauh ini dana stimulan tahap II tahun 2020-2021 sudah disalurkan kepada 18.294 kepala keluarga.
Yang terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 568 unit, rusak sedang sebanyak 2.278 unit dan rusak ringan sebanyak 15.448 unit.
Kepala Pelaksana BPBD kota Palu, H Singgih B. Prasetyo menjelaskan, penerima dana stimulan dilakukan berdasarkan lampiran keputusan wali kota no 360/775/BPBD/2020.
Tentang perubahan data penerima bantuan dana stimulan tahap II rumah rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam Kota Palu yang bersumber dari hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Dalam pertemuan ini, Sekkot Palu H Asri mengemukakan, pihaknya selalu mengimbau masyarakat penerima dana stimulan agar benar benar menggunakan dananya sesuai peruntukan. Yakni perbaikan berdasarkan klasifikasi kerusakan rumah tersebut.
Sementara itu, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik BNPB Pusat, H Ali Bernadus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kota palu dalam penanganan pendataan warga penerima dana stimulan.
Namun tetap mengingatkan kepada warga penerima dana stimulan harus benar memanfaatkan dana yang diterima sesuai peruntukannya dan yang terutama harus ada bukti fisik bahwa dana stimulan yang diterima termanfaatkan dengan baik.
Bahkan H Ali Bernadus menegaskan, penyaluruan dana stimulan tersebut harus didukung dengan data penerima yang jelas, by name by address dan benar benar tervalidasi dengan baik.
“Sesuai data penerima yngvdiajukan, maka BNPB akan segera memprosenya,”pungkas Ali Bernadus. (*/mdi/palu ekspres)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed