oleh

Ini Janji Menteri Desa untuk Pemerintah Kota Palu

PALU, PE – Alokasi dana desa (DD) yang digulirkan langsung ke rekening pemerintah desa tahun 2018 mendatang direncanakan naik menjadi Rp1,6 sampai dengan Rp1,9miliar per desa.

Hal itu diungkap Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo, Sabtu 18 Februari 2017 usai meresmikan dua buah jembatan di Kelurahan Pantoloan Boya Kota Palu.

Kepada wartawan, Eko menjelaskan penambahan jumlah dana desa merupakan wujud nyata pemerintah di diera Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia mulai dari daerah pedesaan.

“Tahun depan dana desa itu naik. Jadi setiap desa menjadi Rp1,6miliar sampai Rp1,9 miliar. Mudah-mudahan dengan dana itu desa bisa membangun,”ungkap Menteri Eko.

Menurutnya, tahun ini pemerintah pusat baru menjatah setiap desa antara Rp800 sampai Rp900juta. Namun sejauh ini, desa juga mendapat sokongan  dana baik dari pemerintah kabupaten provinsi.

“Jumlah dana dari kabupaten dan provinsi itu tergantung kemampuan masing-masing daerah,”sebut Menteri.

Sebelumnya dalam sambutan presmian jembatan, Eko menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui program nawacita tahun ketiga ini memang bertekad membangun Indonesia dari pinggir. Dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

Untuk itu Presiden menurutnya fokus anggaran belanja negara untuk membangun infrastruktur di daerah. “Pertama dalam sejarah Indonesia. Bahwa anggaran negara kita tahun ini lebih besar diberikan ke daerah daripada ke pusat,”kata Eko.

Komitmen itu terlihat dari jumlah alokasi dana desa yang terus naik dari tahun ke tahun. Dana desa mulai tahun 2015 jumlahnya sebesar Rp20,8triliun. 2016 naik menjadi Rp46, 98 triliun dan tahun ini dinaikkan lagi oleh Presiden menjadi Rp60 triliun.

Sedangkan rencana tahun 2018, total dana desa diperkirakan naik menjadi Rp120triliun.
Pada bagian lain sambutanya, Eko berjanji akan membantu Pemkot Palu dalam urusan lobi-melobi anggaran pada Kementerian terkait. Utamanya beber Eko soal rencana pelebaran dermaga Pelabuhan Pantoloan.

“Saya dapat informasi kalau pak Walikota Palu sedang melobi Kementerian Perhubungan dan PUPR untuk pelebaran dermaga itu. Insa Allah saya janji akan membantu proses loby tersebut,”janjinya.

Begitupun kata Eko untuk urusan lobi untuk kepentingan pembangunan lainnya. Eko juga mengaku akan memperhatikan pembangunan Kota Palu melalui Kementerian yang ia pimpin.

“InsyaAllah dengan loby dan network, saya janji akan dukung Walikota Palu kalau ada urusan-urusan di pusat. Mudah-mudahan pembangunan kota Palu semakin cepat. Saya juga akan minta Dirjen terkait untuk perhatian Kota Palu.” katanya.

Bantuan anggaran pembangunan ke Kota Palu menurutnya penting untuk disokong. Sebab Kota Palu merupakan daerah yang dikelilingi desa-desa dari kabupaten lain. Artinya Kota Palu bisa dipersiapkan sebagai pintu masuk perdagangan hasil perkebunan dan pertanian dari desa-desa disekitanya.

“Palu memang hanya punya kelurahan, akan tetapi Palu dikelilingi desa-desa. Makanya desa desa itu yang kita harapak bisa berkembang cepat,”ujarnya.

Selain itu, Kota Palu menurutnya juga lebih siap dari segi infrastruktur. Seperti pelabuhan, sarana perdagangan dan pergudanga.  Maka itu diharap Palu bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya dengan kemajuan desa sekitarnya.

“Apalagi pelabuhanya cukup dalam. Harusnya Kota Palu bisa menjadi pintu untuk mengekspor ke daerah lain di Indonesia,”jelas Eko.

Eko mencontohkan Provisnis Gorontalo dengan produksi  jagungnya cukup besar namun pelabuhannya tidak dalam. Alhasil sebut Eko, Gorontalo tidak bisa mengirim produksinya ke pulau Jawa.

“karena kapal gede ga bisa berlabu dan itu akan  berdampak pada pada biaya pengiriman,”sebutnya.

Dalam proses pembangunan lanjut Eko dibutuhkan kekompakan, kebersamaan dan optimis dari semua pihak untuk mendukung pemerintah. Untuk itu dia barharap pemerintah fokus dalam rencana pengembangan produksi hasil sumber daya alam.

“Nanti pemerintah pusat memberikan insentif berupa bibit, pupuk secara gratis. Plus akan kami akan bawa pengusaha ke desa-desa itu,”demikian Menteri.

Sementara itu Walikota Palu Hidayat dalam sambutannya berharap, pembangunan jembatan bisa menggerakkan geliat perekonomian masyarakat sekitar.

“Dan yang penting  masyarakat Pantoloan Boya ini tidak merasa terpinggirkan lagi di kota Palu pada khususnya dan Sulteng pada umumnya,”kata Hidayat.

(mdi/Palu Ekspres)

News Feed