Jumat, 4 September 2026
Opini  

Kelola Kelembagaan bagi Kelompok Tani Hutan

Busranuddin Dg Masserang. Foto: Istimewa

Oleh Busranuddin Daeng Masserang *

Merujuk pada PP.13 MENLHK/ 2019 tentang Pendampingan di Bidang Kehutanan , maka dijelaskan salah satu tupoksi penyuluh kehutanan yaitu membangun kelembagaan. Kelembagaan yang dimaksud adalah Kelompok Tani Hutan atau kelompok masyarakat.
Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan kehutan, keberadaan kelompok boleh dikatakan sebagai pintu awal guna suksesnya suatu kegiatan khususnya dibidang kehutanan. Akan tetapi terkadang kelompok-kelompok yang dibentuk dan telah dilegalitaskan oleh pejabat yang berwenang, misalalnya kepala desa, dapat kandas di tengah jalan. Penyebabnya, banyak faktor. Salah satu faktor yang mendasar ketika kelompok dilingkungan masyarakat dibentuk dan diisi bukan oleh golongan masyarakat yang memang bergerak atau bersentuhan langsung dengan kegiatan. Singkat kata bukan pelaku utama (Petani). Hal ini menjadi polemik dasar dalam hal tata guna pembentukan kelompok agar kelompok dapat langgeng dan berkelanjutan dalam hal pembinaan serta pendampingan yang berkelanjutan.
Faktor yang berikutnya yaitu potensi. Masalah potensi merupakan kekuatan dasar dalam kelanggenan kelompok, di mana dalam satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang masyarakat menyadari akan potensi yang mereka miliki, sehingga secara sadar membuat suatu kelompok masyarakat atau KTH (Kelompok Tani Hutan). Dengan adanya kesadaran akan potensi kelompok yang dimiliki, sudah barang tentu kelompok tersebut akan bertahan dan siap menjadi kelompok-kelompok atau KTH-KTH yang siap.
Faktor selanjutnya adalah pengurus inti, yang dimaksud pada pengurus inti yaitu ketua,bendahara san sekertaris. Dalam hal penentuan pengurus khususnya ketua diharapkan, sang ketua memiliki skill lebih dari pada pengurus inti lainya. Dan, yang lebih utama antara ketua, sekertaris dan bendahara memiliki sudut pandang yang sama dalam pengembangan suatu kelompok.
Penyuluh kehutanan yang terbagi atas 3 kategori, yaitu penyuluh Kehutanan PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya (PKSM) dan Penyuluh Kehutanan swasta, harus lebih bijak dalam hal melakukan pembinaan dan pendampingan di masyarakat.
Perlu disadari bahwa kekuatan awal dalam mengkoordinir masyarakat dalam berkelompok, adalah bidang kelola kelembagaan, di mana dalam kelembagaan hal mutlak harus adanya struktur organisasi kelembagaan. Semisal struktur organisasi Kelompok Tani Hutan, ketika beberapa faktor di atas telah ditelaah. Selanjutnya, kita masuk pada hal-hal prasarana seperti Buku Tamu, Buku Notulensi, Plang Nama dan sebagainya.
Yang perlu disadari bahwa pendampingan adalah sesuatu yang mudah akan tetapi jangan dimudah-mudahkan. Bukan pula sesuatu yang mudah tetapi jangan terlalu dipersulit. Hal yang utama dalam pendampingan yaitu keikhlasan dikarenakan pendampingan membutuhkan waktu yang singkat hingga kelompok binaan tersebut merasakan manfaat dari pendampingan tersebut.

*Koordinator Penyuluh Kehutanan Dinas Kehutanan Provinsi Sulteng (UPT KPH Kulawi)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam