Rabu, 12 Agustus 2026

Ibu Kota Negara Berpindah (The Glory of the Past)

Muhd Nur Sangadji/ foto: Ist/PaluEkspres

Oleh : Muhd Nur Sangadji

TIBA tiba ada gagasan pindah Ibu kota. Lalu, pro kontra mencuat di mana-mana. Mungkin biasalah dalam demokrasi. Tidak mengapa sepanjang yang berniat benar-benar tulus. Dan, yang menolak pun bermaksud sama. Kalau begitu mari adu gagasan. Bicara tentang indikator-indikator manfaat dan atau resiko secara objektif.

Menurut hemat saya, ada sejumlah pertimbangan yang boleh diletakkan. Pertama, aspek historis. Kedua, sisi analogi atau pembanding. Ketiga, secara ekonomi harus menguntungkan. Keempat, secara sosial mesti diterima. Kelima, secara strategis lebih efektif dan efesien. Keenam, secara ekologis lebih berkelanjutan. Ketujuh, secara teknik memungkinkan. Dan, dari dukungan ketersediaan sumber daya, terutama lokal, tersedia cukup dan memadai.

Saya sengaja tidak memasukkan aspek politik sebagai pertimbangan. Karena, hiruk pikuk selama ini adalah soal politik itu. Dan, jika pertimbangan ketujuh aspek ini telah diletakkan dengan jujur, tulus dan elegan. Maka, politik, tinggal mengikuti saja. Dan, ini baru mungkin kalau para politisian kita adalah juga negarawan. Lho, apa bedanya. Ada ahli yang bilang. “The Politician always thinking their next position. While, the state man always thinking their next generation”. Wallahu a’lam.

*****

Secara historis, ide tentang pindah ibu kota telah ada sejak zaman orde baru. Presiden Soekarno pada tahun 1960-an telah menggagas perpindahan ibukota ke Kalimantan. Sama pulaunya seperti yang direncanakan sekarang. Bahkan, kalau tarik lebih ke belakang. Pusat pemerintahan di era kolonial Belanda, dipindahkan dari kota Ternate ke Kota Batavia atau Jakarta yang sekarang.

Saiful Rurai, pengkaji sejarah, kebudayaan, politik dan pembangunan Maluku Utara mengkonfirmasi kebenaran historis ini. Beliau menunjuk catatan FSA de’Clercq( De Boijdragen tot de Kennis der Residentie Ternate,1890), dan disertasi Pastor Dr.Kareel Steenbrink, ibukota VOC adalah dari Ternate. Nanti, Gubernur Jenderal ke-4, Jan Peterzoon Coen pindahkan ke Batavia (1916), setelah mengirim 2 surat dari Ternate ke Heren Zeventijn (Dewan Direksi VOC/Dewan 17).

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia